
Jalan Tol (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.213.388 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-4 alias 11–17 Maret 2026. Angka ini meningkat 20,9% dibandingkan lampau lintas normal.
Direktur Utama Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa jumlah tersebut telah mencapai 34,4% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan nan diperkirakan keluar dari Jakarta selama periode mudik tahun ini. Ia menilai tren ini menandakan pergerakan masyarakat sudah mulai meningkat menjelang puncak arus mudik.
Distribusi kendaraan tetap didominasi arah Timur, baik menuju Trans Jawa maupun Bandung. Tercatat sebanyak 612.956 kendaraan alias 50,5% dari total kendaraan bergerak ke arah tersebut, dengan kenaikan signifikan hingga 46,5% dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan paling tinggi terjadi pada jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama nan meningkat nyaris dua kali lipat. Sementara itu, pergerakan menuju arah Barat ke Merak mencapai 353.032 kendaraan alias naik 4,7%, sedangkan arah Selatan menuju Puncak tercatat 247.400 kendaraan, sedikit lebih rendah dari kondisi normal.
Kenaikan volume kendaraan juga terlihat tajam pada H-4 Lebaran, tepatnya 17 Maret 2026, di mana jumlah kendaraan nan keluar Jabotabek mencapai 221.978 unit alias melonjak 68,1% dibandingkan hari biasa. Seiring dengan kondisi tersebut, Kepolisian Republik Indonesia mulai memberlakukan rekayasa lampau lintas berupa sistem satu arah alias one way guna mengurai kepadatan kendaraan.
Kebijakan ini diterapkan mulai dari KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo, dan direncanakan berjalan sejak 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00. Penerapan rekayasa ini dilakukan berasas diskresi kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lampau lintas di lapangan, termasuk hasil pemantauan traffic counting.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·