Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meninjau langsung letak pilot project (percontohan) Program Kampung Bahagia di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (15/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bima menekankan pentingnya peran Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak keberhasilan program pemerintah di tingkat paling bawah.
Dalam arahannya, Bima menegaskan bahwa efektivitas program sangat ditentukan oleh kapabilitas dan keaktifan RT dalam menggerakkan masyarakat.
“Ujung tombak itu Ketua RT. Setiap program, jika Ketua RT-nya enggak sigap, enggak aktif, enggak bakal menang kelurahan itu,” kata Bima.
Ia menilai, Program Kampung Bahagia menjadi contoh pendekatan pemberdayaan nan lebih sistematis melalui pembentukan golongan kerja (pokja) serta penguatan tata kelola di masyarakat.
Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Jambi tidak hanya berfokus pada penyaluran anggaran, tetapi juga pada pembangunan sistem dan edukasi, termasuk dalam pengelolaan finansial nan lebih tertib melalui sistem perbankan.
“Harusnya nan seperti ini bakal panjang dan memperkuat lama lantaran dirasakan manfaatnya, saya apresiasi. Kampung Bahagia bukan saja bisa diadopsi di Kota/Kabupaten [di] Jambi, tapi juga di seluruh Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya pengukuran berbasis info sebelum dan sesudah program melangkah guna memastikan akibat nyata di masyarakat. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan dan replikasi program secara lebih luas.
Sebagai informasi, Program Kampung Bahagia di RT 14 Jambi telah diwujudkan melalui pembangunan drainase tertutup sepanjang 133 meter, pengadaan akomodasi penduduk seperti tenda, kursi, printer, perangkat kesehatan, serta pemasangan lima titik CCTV.
Program ini juga mendorong swadaya masyarakat, termasuk penambahan drainase sepanjang 80 meter dan beragam akomodasi lainnya, sekaligus meningkatkan gotong royong serta efisiensi penggunaan anggaran.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·