Indeks Saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, menguat pada Selasa (14/4), lantaran meningkatnya optimisme tentang prospek penyelesaian perang di Timur Tengah, sementara penanammodal menilai kumpulan info pendapatan bank terbaru dan nomor inflasi AS.
Dikutip dari Reuters, Indeks S&P 500 (.SPX) naik 81,14 poin alias 1,18 persen dan ditutup pada 6.967,38. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 455,35 poin alias 1,96 persen menjadi 23.639,08. Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 317,74 poin alias 0,66 persen menjadi 48.535,99.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan akhir perang Iran dapat dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan, setelah runtuhnya negosiasi akhir pekan mendorong Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Israel dan Lebanon telah sepakat untuk memulai negosiasi langsung pada waktu dan tempat nan disepakati berbareng setelah pertemuan nan diselenggarakan AS di Washington pada Selasa, meskipun belum jelas apakah mereka menyepakati kerangka kerja perdamaian.
Manajer portofolio di NFJ Investment Group, Burns McKinney, mengatakan dengan nilai minyak nan berfluktuasi dan berakibat dramatis pada ekspektasi inflasi, pasar sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah. Setiap buletin tentang kemunduran bakal menurunkan nilai saham.
"Kami belum mempunyai resolusi, tetapi penanammodal tidak mau melewatkan pemulihan ini," katanya.
Sementara itu, info inflasi Selasa memberikan sedikit berita baik lantaran nilai produsen AS meningkat kurang dari nan diperkirakan pada bulan Maret lantaran biaya jasa tidak berubah. Kepala strategi pasar Ameriprise, Anthony Saglimbene, juga menyebut awal nan solid untuk musim pendapatan AS sebagai pendorong bagi saham.
"Pasar tampaknya telah melewati konsep puncak ketidakpastian. Ada banyak ketidakpastian di pasar, baik itu berasal dari bentrok Iran, kekhawatiran bakal gangguan AI, kekhawatiran inflasi, alias kekhawatiran kebijakan Federal Reserve," kata Saglimbene.
Hanya tiga dari 11 sektor industri utama S&P 500 nan mengalami penurunan, termasuk sektor daya (.SPNY) turun 2,2%, memimpin penurunan seiring jatuhnya nilai minyak.
Di bagian teknologi, saham perangkat lunak (.SPLRCIS) pulih untuk hari kedua berturut-turut dan ditutup naik 1,6 persen, sementara indeks Semikonduktor Philadelphia (.SOX) ditutup naik 2 persen untuk penutupan rekor kelima berturut-turut.
Dorongan Kinerja Kuartal I ke Pasar Saham
Dari segi pendapatan, saham BlackRock (BLK.N) naik 3 persen setelah manajer aset melaporkan peningkatan untung kuartal I , nan didukung oleh arus masuk nan kuat ke dalam biaya nan diperdagangkan di bursa (ETF) dan peningkatan tajam dalam biaya kinerja.
Citigroup (CN) ditutup naik 2,6 persen setelah mencapai level tertinggi sejak akhir tahun 2008 menyusul pendapatan nan melampaui perkiraan untung kuartal I.
Namun, JPMorgan (JPM.N) mendapat sambutan nan kurang antusias terhadap hasil kuartal pertamanya, sementara Wells Fargo (WFC.N) turun setelah pendapatan kembang tidak mencapai ekspektasi pasar.
Di sektor perawatan kesehatan, Johnson & Johnson (JNJ.N) naik 0,9 persen setelah melaporkan pendapatan. Sementara itu, United Airlines (UAL.O) ditutup naik 2 persen sementara American Airlines (AAL.O) melonjak 8 persen setelah Reuters, mengutip dua sumber anonim, melaporkan bahwa CEO United, Scott Kirby, telah mengusulkan potensi merger dengan American Airlines kepada Trump pada akhir Februari.
Saham Globalstar (GSAT.O) melonjak 9,6 persen setelah Amazon.com (AMZN.O) setuju untuk membeli perusahaan satelit tersebut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·