Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Harapan Kesepakatan AS-Iran

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/4), didorong oleh optimisme penanammodal terhadap kesempatan tercapainya penyelesaian bentrok di Timur Tengah terutama perang Iran-AS dengan Israel.

Mengutip Reuters pada Selasa (14/4), Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin alias 0,63 persen ke level 48.218,25. S&P 500 menguat 69,35 poin alias 1,02 persen ke 6.886,24, dan Nasdaq Composite melonjak 280,84 poin alias 1,23 persen ke 23.183,74.

Volume perdagangan tercatat 15,90 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir nan mencapai 19,07 miliar saham.

Pergerakan pasar sempat condong datar pada awal sesi, sebelum akhirnya menguat pada sore hari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran mau mencapai kesepakatan. Namun, Trump menegaskan takkan menyetujui perjanjian apa pun nan memungkinkan Iran mempunyai senjata nuklir.

Pernyataan tersebut muncul di tengah rencana AS nan memulai blokade militer terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran, sementara Iran menakut-nakuti bakal membalas terhadap pelabuhan negara-negara Teluk setelah negosiasi tenteram kembali menemui jalan buntu.

Di tengah dinamika itu, penanammodal tampak tak mau kehilangan momentum jika kesepakatan tercapai secara tiba-tiba. Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, mengatakan, penanammodal cemas bakal dirugikan, jika resolusi tercapai dengan cepat, pasar bisa melonjak signifikan.

Sentimen positif juga didukung oleh pergerakan nilai minyak nan sempat naik namun akhirnya turun dan ditutup di bawah level USD 100 per barel. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi.

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai pasar minyak saat ini mencerminkan ekspektasi lonjakan nilai hanya berkarakter sementara sehingga dampaknya terhadap ekonomi AS diperkirakan terbatas.

Kenaikan pasar kali ini dipimpin oleh sektor teknologi dan finansial nan masing-masing mencatat penguatan lebih dari 1,7 persen. Saham teknologi menjadi motor utama, dengan Microsoft naik 3,6 persen dan Oracle melonjak 12,7 persen sebagai kenaikan terbesar di indeks S&P 500.

Selain itu, ETF sektor perangkat lunak mencatat lonjakan 5,4 persen, menjadi kenaikan harian terbesar sejak April tahun lalu. Sebaliknya, sektor melindungi seperti utilitas dan consumer staples justru melemah masing-masing 1,2 persen dan 1 persen.

S&P 500 juga menunjukkan pemulihan dengan sukses menghapus seluruh kerugian sejak bentrok dimulai pada akhir Februari dan sekarang ditutup 0,1 persen di atas posisi 27 Februari. Sebelumnya, indeks ini sempat tertekan hingga turun 7,8 persen dari level sebelum perang.

Di sisi lain, saham Goldman Sachs justru menjadi penekan indeks Dow Jones setelah turun 1,9 persen. Meskipun perusahaan mencatatkan untung di atas ekspektasi, penanammodal menyoroti kelemahan pada pendapatan dari perdagangan obligasi, mata uang, dan komoditas.

Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Foto: STR / AFP

Kekhawatiran terhadap inflasi nan lebih tinggi, perlambatan ekonomi, serta potensi kebijakan suku kembang nan tetap ketat membikin pasar kurang merespons positif keahlian tersebut.

"Kami tidak memandang pasar betul-betul terlalu memperhatikan keahlian pendapatan nan melampaui ekspektasi. Dan itu semua lantaran prospek inflasi nan lebih tinggi, aktivitas ekonomi nan lebih lemah, dan The Fed nan mungkin terpaksa mempertahankan suku kembang tetap untuk waktu nan sangat lama," kata Peter Cardillo dari Spartan Capital Securities.

Di sisi lain, saham maskapai penerbangan mengalami tekanan meskipun indeks transportasi Dow Jones secara keseluruhan naik 2,5 persen. United Airlines dan Delta Air Lines masing-masing turun lebih dari 1 persen, sedangkan American Airlines melemah 0,8 persen. Penurunan ini dipicu kekhawatiran kenaikan nilai minyak bakal meningkatkan biaya bahan bakar.

Pergerakan saham lainnya juga cukup beragam. Allogene Therapeutics melonjak 12,5 persen setelah hasil uji terapi kanker darah menunjukkan hasil positif. Albemarle naik 6,8 persen setelah analis meningkatkan sasaran nilai sahamnya, sementara Sandisk menguat 11,8 persen menjelang masuk ke indeks Nasdaq-100.

Dari sisi info ekonomi, penjualan rumah jejak di AS tercatat turun ke level terendah dalam sembilan bulan pada Maret 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan