Anindya Bakrie Bongkar Alasan Marak Perusahaan Rekrut Pekerja Magang

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie membeberkan argumen di kembali tren perusahaan nan sekarang lebih banyak membuka lowongan pekerja magang (intern) dibandingkan merekrut tenaga kerja tetap. Menurutnya, langkah ini dipengaruhi kombinasi aspek efisiensi, kebutuhan inovasi, hingga kondisi pasar tenaga kerja.

Anindya menyebut ada banyak argumen kenapa perusahaan memilih mempekerjakan tenaga kerja magang, daripada tenaga kerja status tetap.

"Saya rasa alasannya banyak ya. Tentu beragam," kata Anindya dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Salah satu pertimbangan utama adalah kebutuhan efisiensi biaya operasional perusahaan alias operational expenditure (OPEX), terutama di tengah tekanan ekonomi nan tetap berlangsung.

"Alasannya tentu jelas OPEX, Operation Expenditure," ungkapnya.

Selain itu, perusahaan juga memandang pekerja magang sebagai sumber penyegaran talenta, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti digitalisasi dan kepintaran buatan (AI).

"Tapi lebih dari itu adalah penyegaran daripada talenta. Karena sebaik-baiknya talenta nan berpengalaman, senior, tentu nilai tangkap sama nilai penemuan untuk suatu teknologi, misalnya digitalisasi alias AI itu berbeda," terang dia.

Pegawai beraktivitas pada salah satu gedung perkantoran pada hari pertama kerja tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pegawai beraktivitas pada salah satu gedung perkantoran pada hari pertama kerja tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/1/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Di sisi lain, skema magang dinilai bisa menjadi jembatan bagi lulusan baru nan belum terserap di pasar kerja, sekaligus membantu perusahaan memahami kebutuhan tenaga kerja secara lebih fleksibel.

"Dan saya rasa bagus sekali, lantaran nan paling rentan adalah gimana jika misalnya nan sudah lulus sekolah itu tidak mendapatkan pekerjaan. Sehingga jika misalnya ada magang dulu baru kerja, kita juga saling mengertilah apa nan diinginkan oleh pencari kerja, dan nan diinginkan oleh perusahaan," jelasnya.

Ia menekankan, kunci bagi bumi upaya saat ini adalah menjaga kondisi keuangan, khususnya arus kas (cash flow), sembari tetap melakukan transformasi model bisnis.

"Nah sekarang tinggal kita gimana menyikapi semua itu, mengetahui itu, tapi menjaga keadaan hari ini sehingga kita bisa sembari juga transformasi model bisnisnya masing-masing," kata Anindya.

"Ini bisa dibilang bahwa balance sheet Indonesia, baik income statement dalam tekanan cash flow nan mesti dijaga. Jadi kurang lebih seperti itulah jika misalnya dalam afinitas perusahaan," lanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Anindya menyoroti peran pemerintah juga dinilai krusial dalam mendukung ekosistem ketenagakerjaan, salah satunya melalui program magang nasional nan dinilai membantu bumi upaya sekaligus pencari kerja.

"Terima kasih juga untuk pemerintah nan mendorong untuk Program Magang Nasional. Itu sangat berguna," pungkasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News