
Momen Mia Audina berbareng Susy Susanti. (Foto: Instagram/olympics)
KISAH bersejarah pbulu tangkis elok Indonesia, Susy Susanti dan Mia Audina di Piala Uber 1994 menarik untuk dibahas. Pasalnya kedua Srikandi Tanah Air itu pernah membikin sektor tunggal putri Indonesia begitu disegani di kancah dunia, apalagi bisa meruntuhkan kekuasaan raksasa China di arena paling bergengsi, Piala Uber.
Momen emas itu terjadi pada Piala Uber 1994 di Istora Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya sejak 1975, tim Uber Indonesia sukses membawa pulang trofi lambang supremasi bulu tangkis putri tersebut setelah melalui perjuangan nan penuh drama dan determinasi tinggi.
1. Susy Susanti Membuka Jalan Kemenangan
Tampil di hadapan pendukung sendiri, tim Uber Indonesia nan diperkuat oleh Susy Susanti, Mia Audina, Meiluawati, serta dobel putri Eliza Nathanael/Zelin Resiana dan Finarsih/Lili Tampi, mengusung misi besar mematahkan supremasi China.
Susy Susanti, sebagai ujung tombak utama, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna di partai pertama.
Melawan tunggal putri China, Ye Zahoying, Susy tampil sangat dominan. Ia memenangkan laga dalam dua gim langsung dengan skor 11-4 dan 12-10. Keberhasilan Susy ini sempat membikin Indonesia berada di atas angin, terlebih saat dobel Finarsih/Lili Tampi juga sukses menyumbangkan poin, membawa Indonesia unggul atas musuh mereka.
Susy Susanti
2. Bocah 14 Tahun Penentu Gelar Juara
Namun, jalan menuju juara tak semudah nan dibayangkan. Keunggulan Indonesia sempat terkejar setelah Yuliani Santosa dan pasangan Eliza Nathanael/Zelin Resiana kudu mengakui kelebihan musuh di partai ketiga dan keempat. Skor seri 2-2 membikin seluruh mata tertuju pada partai penentu.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·