Vietnam Mau Bangun Pulau Buatan Raksasa di Phu Quoc

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi pulau di Phu Quoc. Foto: Huy Thoai/Shutterstock

Pemerintah Provinsi An Giang, Vietnam, tengah menyiapkan proyek ambisius berupa reklamasi laut seluas sekitar 4.500 hektare, serta pembangunan pulau buatan di wilayah pesisir barat daya negara tersebut.

Dilansir VN Express, proyek ini bakal mencakup empat klaster utama nan membentang dari Phu Quoc, pulau terbesar di Vietnam sekaligus lokasi wisata internasional, hingga kota pesisir Ha Tien dan Rach Gia di Teluk Thailand.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara pemerintah provinsi dan konsultan perencanaan pada awal April 2026. Pemerintah menargetkan bangunan dapat dimulai pada 2027, dengan pengembangan jangka panjang hingga 2050.

Proyek Terbesar di Sekitar Phu Quoc

Ilustrasi pulau di Phu Quoc. Foto: Huy Thoai/Shutterstock

Klaster terbesar bakal dikembangkan di sekitar Phu Quoc dan Kepulauan Tho Chau dengan luas mencapai 2.300 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai pusat intermezo terpadu berskala internasional, komplit dengan area perdagangan bebas, resor mewah, taman hiburan, lapangan golf, hingga akomodasi wisata bahari.

Pemerintah setempat menargetkan area ini menjadi gerbang utama pariwisata internasional di Vietnam bagian selatan.

Sementara itu, klaster seluas 1.100 hektare di sekitar Rach Gia bakal difokuskan sebagai pusat komersial dan administratif area Delta Mekong. Wilayah ini dirancang sebagai kota modern berbasis konsep hijau dengan kegunaan campuran, sekaligus menjadi penghubung antara daratan utama dan pulau-pulau di sekitarnya.

Ilustrasi pulau di Phu Quoc. Foto: Ngonhathoang/Shutterstock

Rach Gia sendiri mempunyai pengalaman dalam proyek serupa, setelah menjadi letak reklamasi laut pertama di Vietnam pada 1999.

Klaster lain seluas 900 hektare nan mencakup Ha Tien, Kien Luong, dan Pulau Tien Hai bakal dikembangkan sebagai koridor warisan budaya. Kawasan ini bakal mengangkat tradisi Vietnam dan Khmer melalui pengembangan ekowisata, pagelaran seni, akomodasi kebugaran, hingga program ekonomi berbasis komunitas.

Adapun area seluas 200 hektare di Kepulauan Kien Hai direncanakan sebagai pusat transit maritim dalam koridor pariwisata pesisir barat.

Fokus pada Pariwisata dan Keberlanjutan

Wisatawan di Phu Quoc. Foto: KELENY/Shutterstock

Ketua Komite Rakyat An Giang, Ho Van Mung, menegaskan bahwa proyek ini kudu mengedepankan prinsip pembangunan hijau, termasuk penggunaan daya terbarukan serta pengelolaan limbah nan berkelanjutan.

Ia juga meminta agar proses pencarian penanammodal strategis dilakukan sejak tahap perencanaan, tanpa menunggu dimulainya konstruksi.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi An Giang untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi pasca-penggabungan wilayah pada 2025.

Phu Quoc saat ini telah ditetapkan sebagai area pengembangan unik untuk pariwisata dan jasa maritim, serta dijadwalkan menjadi tuan rumah forum internasional APEC 2027.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan