Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran mulai terasa hingga ke beragam industri, termasuk produk sehari-hari seperti kondom.
Karex Bhd., produsen nan membikin sekitar satu dari lima kondom di dunia, bakal meningkatkan nilai hingga 30 persen. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok dan melonjaknya biaya produksi akibat perang.
Perusahaan asal Malaysia ini memproduksi sekitar 5 miliar kondom per tahun untuk beragam merek dunia seperti Durex serta merek mereka sendiri, termasuk ONE Condoms dan Carex.
Perusahaan ini juga mempunyai Pasante Healthcare Ltd. nan berbasis di Inggris, nan memasok kondom ke National Health Service (NHS) serta menyediakan produk private label untuk peritel seperti Tesco Plc dan Boots.
CEO Karex Goh Miah mengatakan kenaikan nilai diperkirakan bakal mulai diterapkan dalam beberapa bulan ke depan.
Kami tengah dalam proses menyesuaikan nilai dengan sebagian besar pengguna dan ini mungkin salah satu kenaikan terbesar nan pernah kami lakukan dalam waktu lama,” ujar Miah dikutip dari Bloomberg, Rabu (22/4).
Miah menjelaskan sejak perang dimulai, biaya produksi Karex naik sekitar 25-30 persen. Kenaikan ini terjadi akibat kelangkaan bahan kimia berbasis minyak untuk pelumas serta lonjakan nilai bahan baku nan merambat di seluruh rantai pasok. Gangguan tersebut juga ikut mendorong kenaikan biaya untuk pembungkus dan pelumas kondom.
Karex menyebut kenaikan biaya dipicu lonjakan nilai bahan baku utama. Harga minyak silikon, nan digunakan sebagai pelumas, naik sekitar 30 persen, sementara nilai lateks nitril melonjak hingga dua kali lipat. Di sisi lain, nilai karet alami sebagai bahan utama kondom juga meningkat sekitar sepertiga sejak Januari.
Karex menyebut saat ini mereka tetap mempunyai cukup bahan baku untuk menjaga produksi selama dua hingga tiga bulan ke depan. Namun setelah itu, prospeknya tetap belum pasti, terutama jika bentrok terus bersambung dan pasokan bahan utama tetap terganggu.
Perusahaan ini juga tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan nilai lanjutan. “Kami tidak bisa memastikan bahwa ke depan tidak bakal ada penyesuaian nilai lagi,” terangnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·