UIN Malang Sampaikan Duka Cita Meninggalnya Yai Mim

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Yai Mim ketika di sela-sela pemeriksaan sebagai tersangka di Polresta Malang Kota. Foto: kumparan

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan duka cita atas meninggalnya Yai Mim alias Imam Muslimin nan merupakan eks pengajar di kampus tersebut. Yai Mim meninggal bumi pada Senin (13/4) saat bakal diperiksa oleh interogator Polresta Malang Kota sebagai tersangka pencemaran nama baik dan pelecehan seksual terhadap tetangganya berjulukan Sahara.

"Keluarga besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyampaikan duka cita nan mendalam atas wafatnya Dr. H. Imam Muslimin, M.Ag," demikian keterangan nan dibagikan UIN Malang lewat Instagramnya, Senin (13/4).

"Kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bumi akademik nan telah beliau dedikasikan dengan penuh keikhlasan. Ilmu, keteladanan, dan pengabdian beliau bakal senantiasa hidup dalam setiap jejak langkah para mahasiswa dan sivitas akademika," tambahnya.

UIN Malang juga turut mendoakan Yai Mim. Doa juga dipanjatkan untuk family nan ditinggalkan.

"Selamat jalan, pembimbing kami. Jasamu bakal selalu kekal dalam angan dan ingatan," tutup keterangan itu.

instagram embed

Sempat Lemas Sebelum Diperiksa Polisi

Yai Mim meninggal bumi pada Senin (13/4) siang saat dibawa dari Rutan Polresta Malang Kota ke ruang interogator Satreskrim Polresta Malang Kota. Yai Mim diketahui ditahan polisi mengenai kasusnya dengan Sahara.

Polisi memastikan Yai Mim sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum diambil keterangan oleh penyidik. Saat itu tensinya menunjukkan hasil 110/80.

"Tidak ditemukan indikasi lain nan menandakan kurang sehatnya kondisi nan bersangkutan," kata Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Shobikin, ditemui di Polresta Malang Kota, Senin (13/4).

Namun, saat bakal dibawa ke ruang interogator kondisi kesehatannya menurun. Yai Mim lemas, dia lampau terduduk dan jatuh. Polisi membawanya ke RS Saiful Anwar Malang.

"Untuk penyebab kematiannya tetap penyelidikan. nan jelas nan berkepentingan sempat mendapat perawatan dan berada di bilik jenazah RSSA Malang," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan