Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, tapi Tetap Blokade Pelabuhan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato nan disiarkan televisi mengenai bentrok Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden AS, Donald Trump, memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Ini dilakukan dalam rangka memberi waktu bagi Teheran agar bisa menyusun proposal negosiasi dengan AS.

Dilansir AFP, Selasa (21/4), Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tersebut atas dorongan dari mediator Pakistan. Meski demikian, dia menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap bakal dilakukan.

"Saya telah menginstruksikan militer kita untuk melanjutkan blokade dan dalam segala perihal lainnya tetap siap dan bisa dan oleh lantaran itu bakal memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka (Iran) diajukan," tulis Trump di media sosialnya.

Belum jelas kapan tepatnya gencatan senjata awal bakal berakhir. Namun, Pakistan mengindikasikan gencatan senjata bakal berhujung pada Selasa pukul 23.50 GMT.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance tidak bakal melakukan perjalanan ke Pakistan sembari menunggu pengajuan proposal dari Iran.

"Informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka bakal diumumkan oleh Gedung Putih," kata pejabat tersebut.

Polisi berjaga di pos pemeriksaan di jalan menuju Hotel Serena, tempat kemungkinan fase kedua perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Selasa (21/4/2026). Foto: Akhtar Soomro/REUTERS

Di Islamabad, polisi dan tentara bersenjata komplit telah mengamankan area pusat pemerintahan, meskipun belum ada pertemuan Iran-AS nan dijadwalkan.

Saat tenggat waktu gencatan senjata awal semakin dekat, Iran menakut-nakuti bakal menyerang akomodasi produksi minyak negara-negara tetangganya di Teluk.

Serangan bakal dilancarkan jika negara tetangga itu digunakan AS untuk menyerang Iran setelah gencatan senjata berakhir.

"Negara-negara tetangga di selatan kudu tahu bahwa jika letak geografis dan akomodasi mereka digunakan untuk kepentingan musuh dalam menyerang bangsa Iran, mereka kudu mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di Timur Tengah," kata komandan pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi, Majid Mousavi, seperti dikutip oleh instansi buletin Fars.

Sejak putaran pertama negosiasi, nan juga diadakan di Islamabad, Trump telah mengumumkan blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran kembali menutup Selat Hormuz.

Selama ini, baik AS maupun Iran juga saling menuduh gencatan senjata awal telah dilanggar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan