Harga avtur dan tiket pesawat nan melejit membikin sektor pariwisata menghadapi sejumlah tantangan, tak terkecuali hotel dan restoran. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan bahwa melejitnya Harga avtur nan menyebabkan tiket pesawat naik, membikin daya beli masyarakat dan pola perjalanan berubah.
Hal ini menjadi perhatian krusial bagi pelaku industri, mengingat kondisi ekonomi sangat mempengaruhi pergerakan visitor di dalam negeri.
Salah satu rumor utama nan disoroti adalah potensi penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat berakibat langsung terhadap aktivitas pariwisata secara keseluruhan.
"Yang kudu diantisipasi, semoga daya beli itu tidak menurun. Karena jika terjadi penurunan daya beli, apa pun nan mau kita lakukan pasti bakal rumit," kata Maulana, ketika dihubungi kumparan pada Selasa (8/4).
Dalam sektor pariwisata, daya beli memang menjadi aspek kunci. Ketika keahlian masyarakat untuk berbelanja dan berjalan melemah, maka dampaknya bakal dirasakan di beragam lini industri, mulai dari transportasi hingga akomodasi.
"Kalau kita bicara sektor pariwisata, daya beli masyarakat itu perangkat utama nan kudu dijaga. Kalau menurun, pariwisatanya juga bakal menurun," ujar Maulana.
Selain aspek daya beli, struktur pasar domestik juga menunjukkan karakter nan unik. Tidak semua tamu hotel merupakan visitor nan berjalan untuk tujuan rekreasi. Sebaliknya, sebagian besar justru berasal dari kalangan pelaku perjalanan bisnis.
"Yang menginap di hotel itu tidak selalu visitor untuk berlibur, tapi kebanyakan adalah business traveler," katanya.
Perjalanan upaya ini apalagi banyak didorong oleh aktivitas pemerintah nan selama ini menjadi salah satu kontributor utama dalam industri perhotelan dan perjalanan domestik.
Namun, situasi saat ini menunjukkan adanya perubahan, terutama dengan langkah efisiensi nan dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut diperkirakan bakal memberikan akibat signifikan terhadap pasar domestik.
"Aktivitas perjalanan upaya terbesar itu datang dari pemerintah. Tapi dengan situasi ini, pemerintah juga melakukan efisiensi, dan dampaknya bakal cukup besar di market domestic," tutur Maulana.
Dengan beragam dinamika tersebut, pelaku industri pariwisata diharapkan bisa beradaptasi dan mencari strategi baru untuk menjaga stabilitas sektor ini.
"Menjaga daya beli masyarakat, serta mengantisipasi perubahan pola perjalanan menjadi kunci, agar pariwisata domestik tetap memperkuat dan berkembang," pungkas Maulana.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·