Cyrus Network merilis hasil survei opini publik mengenai penyelenggaraan mudik dan beragam rumor lainnya. Salah satu nan juga menjadi bahan survei adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap program makan bergizi cuma-cuma (MBG).
Dari hasil survei tersebut, sebanyak 64,5 persen menilai program MBG sudah baik.
"Dari nan mengetahui, 64,5 persen mengatakan program ini sudah melangkah dengan baik," kata Peneliti Ahli Cyrus Network, Syahril Ilhami, Selasa (14/4).
Selain itu, survei menemukan program MBG sudah diketahui sebanyak 98,6 persen. Kemudian, sebanyak 54,4 persen masyarakat mengaku sudah pernah merasakan program MBG tersebut.
Syahril mengatakan, dari hasil survei juga ditemukan sebanyak 65,4 persen masyarakat mendorong kelanjutan program MBG. Rinciannya, 56 persen masyarakat mendukung, dan 9,4 persen masyarakat sangat mendukung.
Masyarakat menilai, program MBG membantu pemenuhan gizi; mengurangi beban ekonomi keluarga; mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu mengandung dan menyusui.
Kemudian, MBG dinilai juga mendorong pemerataan kesejahteraan; mempunyai akibat jangka panjang bagi generasi muda; dan mendukung petani serta UMKM lokal.
Sementara, ada 32,7 persen masyarakat nan tidak mendukung program MBG. Ada beragam argumen nan disampaikan, misalnya pelaksanaannya kurang baik, kualitas makanan diragukan, anggaran terlalu besar, dan tidak tepat sasaran.
Lalu, dari survei juga menunjukkan sebanyak 70,6 persen masyarakat percaya program MBG dapat memberikan akibat ekonomi kepada masyarakat. Kemudian, 66,4 persen masyarakat percaya MBG bakal membantu meningkatkan kesehatan generasi penerus.
Di sisi lain, sebanyak 45,6 persen masyarakat mengusulkan agar program MBG dilanjutkan dengan melakukan perbaikan dalam pelaksanaannya.
Metode Survei
Survei Cyrus Network ini dilakukan pada 1-5 April 2026. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dan diwawancarai lewat tatap muka (face to face).
Responden adalah masyarakat Indonesia nan berumur minimal 17 tahun alias sudah menikah. Proporsi responden laki-laki dan wanita sebesar 50% banding 50%. Jumlah responden sebanyak 1.260 orang nan tersebar secara proporsional pada 126 desa/kelurahan terpilih di 38 provinsi.
Kontrol kualitas dilakukan untuk menjaga kecermatan dan reliabilitas info nan diperoleh. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95% dengan margin of error sebesar +/- 2,82%.
Pengecekan ulang dilakukan sebanyak 40% dari total responden oleh supervisor dan koordinator lapangan. Seluruh kuesioner diperiksa kesesuaiannya antara metode pengisian kuesioner dengan SOP.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·