Foto Bisnis
Ari Saputra - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 16:30 WIB
Jakarta - Koalisi sipil mendesak Indonesia melalui Menteri ESDM datang di forum TAFF Kolombia dan menunjukkan komitmen nyata meninggalkan daya fosil secara adil.
Sejumlah aktivis dari beragam lembaga nan tergabung dalam Koalisi masyarakat sipil Indonesia seperti Greenpeace Indonesia, AEER, ICEL, Climate Rangers Jakarta, Solidaritas Perempuan, Satya Bumi dan Yayasan Indonesia Cerah melakukan tindakan tenteram berjudul 'Fokus Energi Diterbarukan’ di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dalam aksinya, para aktivis melakukan teatrikal memberikan surat undangan konfrensi mengenai daya terbarukan ‘Konferensi Santa Marta’ kepada ‘Menteri ESDM’ nan diwakili oleh pendemo bertopeng Bahlil.

Konferensi Santa Marta, atau First Conference on Transitioning Away from Fossil Fuels (TAFF), diselenggarakan pada 24–29 April 2026 di Kolombia merupkan konvensi bumi pertama nan konsentrasi pada transisi dari bahan bakar fosil, mempertemukan 45 negara dan beragam koalisi untuk merumuskan kerangka kerja global, serta menargetkan deklarasi area bebas daya fosil untuk COP30/COP31.

Koalisi juga menilai forum TAFF dapat membuka kesempatan percepatan beragam inisiatif daya terbarukan, termasuk sasaran pengembangan 100 GW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 2029, moratorium PLTU baru, serta penerapan pensiun awal PLTU dalam skema JETP.

Selain di Jakarta, tindakan serupa digelar di beragam wilayah seperti Bulukumba, Cirebon, dan Nusa Tenggara Barat. Isu nan diangkat beragam, mulai dari akses daya bersih di wilayah terpencil, percepatan penghentian PLTU batu bara, hingga pengembangan daya terbarukan berbasis komunitas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·