Sumber Alam: Bus Listrik Efisien, Tapi Investasi di Awal Mahal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Uji coba bus listrik Kalista dengan Sumber Alam rute Bekasi-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Bus listrik mulai menunjukkan potensi sebagai moda transportasi masa depan. Hasil uji coba nan dilakoni Sumber Alam memberikan gambaran mengenai kelebihan dan tantangan nan dihadapi.

Dari sisi operasional, kendaraan ini dinilai bisa memenuhi kebutuhan layanan. Performa nan ditawarkan tergolong memadai untuk operasional harian.

Direktur Utama PT PO Sumber Alam Ekspres, Anthony Steven Hambali, mengatakan hasil uji coba menunjukkan keahlian nan positif. Hal ini terlihat dari kelancaran operasional selama pengujian.

Ia menjelaskan, waktu pengisian daya tetap dalam pemisah nan bisa diterima. Begitu juga dengan lama perjalanan nan tidak berbeda jauh.

Uji coba bus listrik Kalista dengan Sumber Alam rute Bekasi-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Hasilnya secara operasional baik, artinya perilaku konsumen tidak perlu berubah,” kata Anthony kepada kumparan, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, dari sisi pengguna, tidak ada perubahan signifikan. Penumpang tetap bisa menggunakan jasa seperti biasa.

“Waktu charge dan waktu perjalanan tetap juga tetap bisa diterima oleh penumpang,” kata dia.

Meski demikian, ada sejumlah kekurangan nan menjadi catatan. Salah satunya adalah investasi awal nan besar.

Uji coba bus listrik Kalista dengan Sumber Alam rute Bekasi-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Kekurangannya hanya investasi awalnya nan besar,” ungkapnya.

Selain itu, kapabilitas bagasi juga mengalami penurunan. Hal ini menjadi pertimbangan krusial untuk jasa jarak jauh.

“Lalu kapabilitas bagasi juga berkurang, itu cukup berpengaruh untuk operasional,” jelasnya.

Uji coba bus listrik Kalista dengan Sumber Alam rute Bekasi-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Di sisi lain, dia mengakui biaya operasional bus listrik lebih efisien. Hal ini menjadi kelebihan utama dibandingkan bus konvensional.

“Kelebihannya tentu di biaya operasional nan lebih efisien,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan