Selena Gomez Ungkap Pernah Salah Diagnosis Kondisi Bipolar

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Selena Gomez Ungkap Pernah Salah Diagnosis Kondisi Bipolar. Foto: Michael Tran/AFP

Selena Gomez kembali nomor bunyi soal rumor kesehatan mental. Ia membagikan pengalaman pribadinya dalam podcast “Friends Keep Secrets” berbareng suaminya, Benny Blanco. Dalam siniar tersebut, Selena mengungkap bahwa dirinya sempat menerima salah pemeriksaan perihal kondisi kesehatannya.

Pengakuan ini langsung menarik perhatian, lantaran menunjukkan bahwa proses untuk memahami kesehatan mental tidak selalu melangkah lurus. Ia pertama kali mengumumkan pemeriksaan bipolar nan dialaminya pada 2020, saat berbincang dengan Miley Cyrus dalam sesi IG Live.

Selena menjelaskan bahwa jauh sebelum mendapatkan pemeriksaan tersebut, dia sudah merasa ada sesuatu nan tidak beres. Ia mengalami perubahan emosi nan tidak konsisten, mulai dari rasa takut, cinta, hingga dorongan impulsif nan susah dikendalikan.

Namun, pada saat itu, kondisi tersebut belum sepenuhnya dipahami, apalagi oleh tenaga ahli nan dia temui. Ia sempat beranjak dari satu terapis ke terapis lain, mencoba mencari jawaban nan lebih jeli tentang apa nan sebenarnya terjadi pada dirinya.

Proses Diagnosis nan Tak Mudah

Selena Gomez Ungkap Pernah Salah Diagnosis Kondisi Bipolar. Foto: Michael Tran/AFP

Bagi Selena, proses pemeriksaan itu tidak mudah. Selena mengaku kudu berbincang dengan banyak orang dan apalagi menjalani perawatan di beberapa akomodasi rehabilitasi. Dari pengalaman tersebut, dia perlahan mulai memahami pola emosinya.

Ia juga menyadari bahwa perjalanan menuju pemeriksaan nan tepat memerlukan waktu, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari bantuan. Semua proses itu pada akhirnya membantu dirinya lebih mengenali kondisi mental nan selama ini dia rasakan.

Dalam podcast tersebut, Benny Blanco juga membagikan pengamatannya sebagai pasangan. Ia menyebut bahwa Selena terkadang mengalami bagian mania tanpa langsung menyadarinya. Dalam beberapa kasus, Selena baru menyadari setelah fase tersebut berlangsung.

Hal ini menunjukkan bahwa bipolar bukan hanya soal perubahan suasana hati biasa, tetapi kondisi nan kompleks dan memerlukan pemahaman lebih dalam, baik dari diri sendiri maupun orang terdekat.

Pentingnya Support System

Selena Gomez dan Benny Blanco berpose saat karpet merah pada arena 77th Primetime Emmy Awards di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (14/9/2025). Foto: David Swanson/Reuters

Meski begitu, Selena mengaku sekarang jauh lebih sadar bakal kondisi dirinya. Ia bisa mengenali tanda-tanda awal saat emosinya mulai berubah, sehingga dapat mengambil langkah lebih sigap untuk mengelolanya. Ia apalagi mengatakan tidak merasa malu dengan kondisi tersebut.

Sebaliknya, dia melihatnya sebagai bagian dari dirinya nan perlu dipahami, bukan disembunyikan. Kesadaran ini membuatnya lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Selena menekankan pentingnya mempunyai support system yang tepat. Baginya, kehadiran pasangan nan memahami kondisi mentalnya sangat membantu dalam menghadapi masa-masa sulit. Ia merasa didengar dan diterima, bukan dihakimi. Hal ini menjadi pengingat bahwa support emosional dari orang terdekat bisa memberikan akibat besar bagi seseorang nan sedang berjuang dengan kesehatan mental.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan