SBY: Hati-hati Kalau Perang Timteng Tak Segera Berakhir, Ekonomi Dunia Buruk

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri FPCI "Supermentor" di The St. Regis, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan akibat nan bakal terjadi jika perang di Timur Tengah belum berhujung dalam waktu dekat. Dia menilai, perekonomian bumi bakal sangat terdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam aktivitas "Supermentor 28" nan digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa (14/4) malam.

"Sekarang hati-hati, jika perang tidak segera berhujung di Timur Tengah, barangkali nasib bumi terutama perekonomian bumi bakal sungguh buruk," ujar SBY.

Jika perang berhujung sekarang pun, SBY mengatakan, proses pemulihan ekonomi bumi tidak bakal melangkah instan.

"Kalau perang berhujung today, jika deal bisa dicapai di Islamabad, tidak berfaedah kita sudah kembali normal. Perlu waktu sekian bulan untuk stabilize, untuk normalize our economy, dunia economy," ucapnya.

Ilustrasi serangan Israel ke Lebanon. Foto: Ali Hankir/REUTERS

Dia pun meminta bumi untuk tidak meremehkan situasi saat ini. SBY membandingkannya dengan krisis finansial dunia belasan tahun lalu.

​"Apa nan kita alami dulu, Global Economic Crisis 2008 itu tak main-main, bisa terjadi lagi jika tidak ada kesadaran global, jika pemimpin bumi kandas melaksanakan tugasnya. Penderitaan bakal kita alami secara bersama," tegas SBY.

Oleh lantaran itu, SBY mengimbau agar seluruh pihak menyiapkan skenario terburuk guna melindungi masyarakat dari akibat ekonomi nan mungkin timbul.

​"Dapatkan apa lessons to be learned, apa poin krusial nan bisa kita petik jika kita menghadapi perihal nan serupa. So hoping for the best, preparing for the worst," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan