Rawan Longsor, Jalur Gombel Lama Semarang Ditutup 4 Bulan untuk Perbaikan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sejumlah pengendaran melintas di Jalan Gombel Lama Semarang, Senin (13/4/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Jalan Raya Gombel Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, bakal ditutup total pada 20 April 2026 mendatang. Penutupan dilakukan lantaran jalan tersebut bakal diperbaiki secara besar-besaran.

Jalan Raya Gombel Lama merupakan salah satu jalur penghubung utama wilayah Semarang atas dan bawah. Kontur jalannya menurun tajam dan kerap terjadi kecelakaan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jawa Tengah-DIY Alfan Noor Rizal mengatakan, perbaikan jalan itu dilakukan lantaran mengalami amblas sebagian di titik tertentu. Jalan tersebut juga berada di atas patahan.

"Jadi Jalan Gombel lama, memang jalannya kan sebagaimana kita ketahui kan sudah posisinya sudah ambles, ada patahan. Selain itu juga ada muka air nan tinggi, di situ ada sendang, ada mata air," ujar Alfan, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, Jalan Gombel Lama bakal diperbaiki agar tidak lagi berkontur menurun dan curam. Perbaikan direncanakan selesai dalam waktu hingga empat bulan ke depan.

"Kemarin kita rencanakan 7 bulan. Tapi kami berupaya bisa lebih sigap dari itu. Kami kemarin dapat ultimatum mendapat setidaknya 3 alias 4 bulan, upayakan sudah selesai," jelas dia.

Untuk itu, jalur Gombel Lama bakal ditutup sementara hingga proyek pengerjaannya selesai.

"Panjangan Gombel Lama itu 1,27 kilometer. Kita perbaiki semua. Jadi selain ada dua titik longsoran nan kurang lebih 30 meter, kelak di 1,27 kilo. Itu selama kita tutup, kita juga perbaiki aspalnya sampai ujung. Lebarnya tetap existing 10,5," sebut Alfan.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menambahkan pihaknya sudah menyiapkan rekayasa arus lampau lintas bagi masyarakat. Untuk sementara, masyarakat bisa melintasi Jalan Gombel Baru.

"Nanti Jalan Gombel baru itu kita buat dua arah. Nanti sepanjang mulai dari Kodam sampai bawah. Kita pasang iklan dan sebagainya," imbuh Yunaldi.

Ia juga meminta masyarakat untuk menggunakan tol dalam kota guna menghindari kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

"Dari bawah kita sarankan masuk tol di Jatingaleh dari atas juga kita sarankan masyarakat masuk tol di Srondol. Masyarakat Tembalang, Undip kita sarankan masuk, turun pagi melalui jalur baru Undip ke bawah masuk ke Kasipah Jalan Wahidin," kata Yunaldi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan