Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |18:54 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan telah melakukan efisiensi anggaran di lembaga/kementerian nan selama rezim pemerintahan sebelumnya tak tersentuh. Bendahara negara memastikan kebijakan efisiensi anggaran atas dasar dugaan penyimpangan tata kelola.
Purbaya menekankan bersih-bersih anggaran ini dilakukan sejak awal dia menjabat, seiring mandat Presiden Prabowo Subianto nan mau tidak ada sepeser rupiah dari APBN terbuang tercuma alias kebocoran anggaran.
"Pajak dibetulin, biaya cukai dibetulin. Terus anggaran dirapikan semua. Kami sudah berani memotong nan biayanya tidak pernah dipotong. kami pangkas walaupun ada sedikit bocor ya. Itu bocor (anggaran)," kata Purbaya dalam bertemu pers di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Purbaya tidak mengonfirmasi lebih lanjut ihwal pos anggaran mana nan dilakukan efisiensi. Hanya saja, dia menitikberatkan kebijakan pemotongan anggaran untuk menyelamatkan finansial negara dari praktik menyalahi aturan.
Dari temuannya, ada lembaga tertentu nan mengusulkan anggaran dengan memanfaatkan sistem. Akan tetapi pihak Kementerian Keuangan sukses mengendus dugaan penyimpangan tersebut, meski tidak semua terlacak.
"Mereka memanipulasi sistem. Tapi kami betulin terus ke depan. Jadi waktu saya bilang memang sudah ditolak di rapat internal Kementerian Keuangan. Tapi ada nan bisa lolos sedikit lantaran itu sistemnya belum sempurna," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·