Pramono Akui Ketimpangan Jakarta Masih Tinggi: Gini Ratio Tembus 0,41

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui ketimpangan ekonomi masyarakat di wilayah ibu kota tercermin jelas dari gini ratio nan tetap menjadi persoalan utama di ibu kota. Ia menyebut kendati tingkat pengangguran dan kemiskinan di Jakarta menurun, gini ratio Jakarta berada di kisaran 0,41.

“Ada satu problem nan sampai hari ini belum terpecahkan adalah gini ratio nan sekarang ini di nomor sekitar 0,41,” kata Pramono di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD DKI Jakarta 2027 di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai tingginya ketimpangan tersebut dipicu oleh konsentrasi kekayaan di Jakarta nan tidak merata. Menurutnya, perputaran duit dalam jumlah besar tetap terpusat di ibu kota, meski pemilik modal tidak selalu tinggal di Jakarta.

“Kenapa Gini Ratio ini selalu besar di Jakarta dan terbesar di republik ini? Karena nyaris semua orang kaya ada di Jakarta. Hampir semua uang-uang besar itu dimiliki oleh orang-orang Jakarta walaupun mungkin tinggalnya ada nan di Surabaya, di Bali, dan sebagainya, tetapi rata-rata mereka meletakkan uangnya ataupun distribusinya itu ada di Jakarta,” jelasnya.

Di sisi lain, Pramono mengakui keahlian ekonomi Jakarta saat ini sebenarnya cukup solid. Nilai investasi tercatat mencapai sekitar Rp270 triliun dan dinilai menjadi salah satu parameter krusial selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

“Investasinya Jakarta sekarang ini cukup tinggi, kurang lebih Rp 270 triliun. Dan kami bakal menjaga momentum ini. Maka untuk itu parameter makro selain pertumbuhan ekonomi, inflasi, maka investasi juga menjadi penting,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita