Angkatan Laut IRGC beraksi di Selat Hormuz, Rabu (22/4/2026). IRGC telah menyita dua kapal dan memindahkannya ke pantai Iran, Mereka menyatakan mengganggu ketertiban dan keamanan di Selat Hormuz dianggap sebagai garis merah bagi Iran. (via REUTERS/IRIB)
Hal ini sejalan dengan apa nan kami dengar dari IRGC sebelumnya, nan mengatakan setiap pelayaran kapal, perahu, alias tanker minyak melalui Selat Hormuz kudu dengan izin dan koordinasi IRGC. (via REUTERS/IRIB)
Sebelumnya Al Jazeera melaporkan satu kapal ditembak di lepas pantai Iran sementara kapal lainnya mengalami kerusakan setelah diserang di lepas pantai Oman. (via REUTERS/IRIB)
IRGC mengeluarkan pernyataan ini dan mengatakan dua kapal nan melanggar telah disita. Ini sangat sesuai dengan strategi sebelumnya dari pihak Iran mengenai niatnya memberlakukan kontrol dan otoritas atas pelayaran kapal di Selat Hormuz. (via REUTERS/IRIB)
Langkah Iran memperketat jalur ini berakibat besar. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas bumi setiap hari. Dalam kondisi normal, sekitar 130 kapal melintas keluar-masuk Teluk setiap hari, namun sekarang jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya segelintir kapal. (via REUTERS/IRIB)
Di sisi lain, AS juga telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran setelah beberapa pekan konflik. Dengan pembicaraan tenteram nan saat ini terhenti, masa depan pelayaran di jalur vital ini tetap penuh ketidakpastian. (via REUTERS/IRIB)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·