Pram Revitalisasi Jalan Rasuna Said: Mudah-mudahan Bisa seperti Sudirman-Thamrin

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Aktivitas proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah melakukan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pram menargetkan revitalisasi tersebut rampung di bulan Juni 2026, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta.

"Dan untuk diatur ini mudah-mudahan ada targetnya adalah tanggal 22 Juni saya bakal resmikan sebagai bingkisan Jakarta, dan itu bakal menjadi sesuatu nan baru," ujar Pram usai rapat paripurna berbareng DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4).

Nantinya trotoar di sepanjang Jalan Rasuna Said bakal disulap menjadi sebagus trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin.

Gubernur Pramono Anung usai aktivitas Intimate Dialogue: Kota Tua Update di Balairung, Balaikota DKI Jakarta (9/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin."

--Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pram memahami bahwa revitalisasi ini bakal menimbulkan gangguan mobilitas, baik untuk pejalan kaki maupun pengendara.

"Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek," jelas Pram.

Namun perihal tersebut perlu dilakukan jika mau area Rasuna Said bersih dan rapi.

"Nah, efeknya kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, kudu diatur," ungkapnya.

Aktivitas proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Revitalisasi Jalan HR Rasuna Said merupakan proyek penataan besar nan dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki wajah dan kegunaan salah satu koridor upaya utama Ibu Kota.

Pemprov memperbaiki trotoar sepanjang sekitar 3,8 km agar lebih lebar, nyaman, dan kondusif bagi pejalan kaki, sekaligus mendukung mobilitas di area perkantoran dan transportasi publik.

Revitalisasi ini diawali dengan pembongkaran ratusan tiang monorel nan terbengkalai selama puluhan tahun. Setelah pembongkaran, dilakukan perombakan median jalan, perbaikan infrastruktur, serta penyesuaian ruang jalan untuk meningkatkan kelancaran lampau lintas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan