Potret Hasil Uji BBM Baru RI B50 Untuk Beberapa Kendaraan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Uji kandungan campuran bahan bakar B50, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Seorang teknisi laboratorium memegang botol biodiesel saat menguji kandungan campuran bahan bakar B50 di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengintensifkan uji coba biodiesel 50 persen pada beragam moda transportasi dan mesin industri guna memastikan kesiapan teknis sebelum kebijakan mandatori diberlakukan secara nasional mulai 1 Juli 2026. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sembari memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama aktivitas pengetesan B50, seiring Indonesia berencana untuk meningkatkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengetesan dilakukan pada enam sektor utama, mulai dari otomotif hingga pembangkit listrik. Ia menegaskan cakupan uji coba kali ini lebih luas dibandingkan pengetesan B40 sebelumnya. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Sampel hasil B0, B40, B50, B100, di Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026).

Menurut Eniya, uji coba telah dimulai secara serentak sejak 9 Desember 2025 di beragam sektor, meliputi otomotif, pertambangan, perangkat pertanian, kelautan, pembangkit listrik, dan perkeretaapian. Kick off pengetesan dilakukan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 di Lembang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Uji pengisian bahan bakar B50 ke bus, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026).

Pada sektor otomotif, pengetesan melibatkan sembilan unit kendaraan, terdiri dari empat kendaraan penumpang di bawah 3,5 ton dan lima kendaraan di atas 3,5 ton. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Sebuah truk nan menggunakan bahan bakar biodiesel sawit 50% melaju selama uji jalan B50, seiring dengan rencana Indonesia untuk meningkatkan tingkat pencampuran wajib biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar nan dikenal sebagai B50, yang Selain pabrikan asal Jepang, uji coba juga melibatkan produsen Eropa untuk kategori bus dan truk besar seperti Mercedes-Benz dan UD Trucks. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Area pencampuran bahan bakar B50, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026).

Tidak hanya kendaraan jalan raya, pengetesan juga menyasar sektor pertanian dengan beragam jenis traktor, mulai dari roda dua hingga roda empat. Di sektor maritim, uji coba dilakukan langsung pada kapal laut, sementara sektor pertambangan melibatkan dua perusahaan besar di Samarinda, Kalimantan Timur. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Seorang pekerja mengoperasikan unit pencampur bahan bakar portabel selama aktivitas pengetesan biodiesel 50%, seiring Indonesia berencana untuk meningkatkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar nan dikenal sebagai B50, nan merupakan bagian dari rencana pemerintah nan lebih luas untuk mengurangi akibat nan timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026.

Untuk sektor perkeretaapian, pengetesan bakal segera dilakukan dengan rute jarak jauh lintas provinsi, ialah dari Yogyakarta menuju Jakarta. Selain itu, pengetesan juga mencakup penggunaan genset untuk sektor pembangkitan listrik guna memandang performa bahan bakar pada mesin non-transportasi. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Area pencampuran bahan bakar B50, di Wisma Balitsa, Lembang, Jawa Barat. Selasa (21/4/2026).

Pemerintah memproyeksikan penerapan B50 bisa menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun, menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2. Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional telah mencapai 3,90 juta kiloliter dari total alokasi 15,65 juta kiloliter, dengan sasaran pengetesan sektor otomotif rampung pada Juni 2026 dan sektor lainnya menyusul hingga akhir tahun. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News