TNI Angkatan Laut menangkap 21 pelaku pemalak di wilayah Belawan, Kota Medan, pada Jumat (17/4). Penangkapan itu berjalan dramatis dan dipuji banyak warga. Hal ini terlihat dari masyarakat nan datang ke Markas TNI AL di Belawan.
Dalam video nan diterima kumparan, tampak TNI AL melakukan pengejaran hingga ke permukiman warga. Bahkan, salah satu pelaku tampak menangis saat diamankan petugas.
Kadispen Koarmada I Kolonel Laut (P) Wahyu mengatakan 15 personel Prajurit Polisi Militer Angkatan Laut Komando Armada I (Pomal Koarmada I) terlibat dalam operasi tersebut.
"Selama aktivitas sudah diamankan 21 orang," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Wahyu mengatakan, dalam operasi pertama pada Jumat (17/4), pihaknya sukses mengamankan salah satu pelaku berinisial AP nan diduga terlibat dalam tindak pencurian, pembegalan, serta pengancaman terhadap kepala lingkungan.
"Terduga pelaku diketahui berdomisili di sekitar letak penertiban. Dari tangan nan bersangkutan, petugas mengamankan peralatan bukti berupa satu perangkat hisap sabu (bong), plastik paket sabu, dan satu obeng nan diduga digunakan dalam tindakan kejahatan," ujar Wahyu.
Selanjutnya, pada Minggu (19/4) sekitar pukul 04.50 WIB, operasi penangkapan pelaku pemalak kembali dilakukan oleh TNI AL berbareng Polri dan Pemerintah Kota Medan di Jalan KL Yos Sudarso, Belawan, Kota Medan.
Wahyu menuturkan, sebelum personel bergerak ke lokasi, seluruh personel melakukan briefing di Lapangan Apel Pomal Koarmada I. Sebanyak 15 personel kembali dikerahkan dari satuan TNI Angkatan Laut.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial IS (21), penduduk Belawan, nan diduga terlibat dalam tindakan begal, pencurian dengan kekerasan, serta dugaan pembacokan.
"Tim kemudian bergerak menuju sasaran menggunakan dua unit mobil pribadi dan empat sepeda motor, lampau menempati titik nan telah ditentukan. Saat sasaran melintas menggunakan sepeda motor, personel segera melakukan tindakan sigap dan terukur hingga terduga pelaku sukses diamankan," ujar Wahyu.
"Dari tangan terduga pelaku, abdi negara turut mengamankan sejumlah peralatan bukti, di antaranya satu bilah pisau dapur, pistol mainan, kunci inggris, dan lainnya. Seluruh peralatan bukti saat ini diamankan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut," imbuh Wahyu.
Pihak TNI Angkatan Laut mengimbau agar masyarakat terus melaporkan tindakan mencurigakan dari pelaku kejahatan. Para pelaku nan diamankan diserahkan ke kepolisian.
"Sebanyak 11 orang diserahkan ke Polri, 8 orang dipulangkan ke keluarganya, dan 2 orang tetap dalam proses pemeriksaan," tandasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·