Populer: Proyeksi Ekonomi RI Dipangkas; Prabowo Dorong Produksi Avtur dari Sawit

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Proyeksi Ekonomi RI nan dipangkas menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Kamis (9/4). Selain itu, potensi produksi avtur dari kelapa sawit. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

Proyeksi Ekonomi RI 2026 Dipangkas, Purbaya: Saya Pikir World Bank Salah Hitung

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa, melalui Purbaya, merespons pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia untuk tahun 2026 menjadi 4,7 persen.

Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa Bank Dunia salah hitung, berdasar bahwa proyeksi tersebut kemungkinan didasarkan pada kondisi nilai minyak bumi nan sedang tinggi.

“Berarti World Bank menghitung kita mau resesi, turun ke bawah sekali setelah itu kan ke 4,6 [persen]. Saya pikir World Bank salah hitung,” kata Purbaya ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat pada Kamis (9/4).

Ia juga mengaitkan prediksi ini dengan potensi resesi, mengingat nomor proyeksi nan lebih rendah.

Laporan East Asia and Pacific Economic Update jenis April 2026 dari Bank Dunia memang mengkonfirmasi tekanan dari kenaikan nilai minyak dan sentimen risk-off sebagai aspek utama pemangkasan proyeksi.

Namun, Purbaya mengecam Bank Dunia lantaran menimbulkan sentimen negatif, apalagi menuntut permintaan maaf jika nilai minyak kembali normal dan prediksi diubah. Ia menekankan pentingnya menjaga program finansial nan baik dan suasana investasi stabil.

Dampak pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya terjadi di Indonesia. China diproyeksikan tumbuh melambat menjadi 4,2 persen pada 2026 dari 5,0 persen pada 2025, dipicu oleh kehati-hatian shopping konsumen dan penyesuaian sektor properti.

Demikian pula, pertumbuhan ekonomi Malaysia juga diperkirakan melambat menjadi 4,4 persen, meskipun tetap ditopang oleh pasar tenaga kerja nan kuat dan support kebijakan pendapatan rumah tangga, menunjukkan tren perlambatan ekonomi regional.

Prabowo Sebut RI Punya Potensi Produksi Avtur dari Kelapa Sawit

Prabowo Subianto berjamu ke pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang pada Kamis (9/4/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap potensi Indonesia dalam produksi avtur dari kelapa sawit, di tengah ketidakpastian dunia dan krisis energi.

Dalam peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik di Magelang, Prabowo menekankan kekayaan sumber daya Indonesia nan melimpah, khususnya kelapa sawit, sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Kita gunakan hanya untuk nan strategis. Tetapi sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit,” kata Prabowo dalam sambutannya di Magelang, Kamis (9/4).

Pemerintah, menurut Prabowo, sedang mengintensifkan investasi besar-besaran untuk pengembangan daya pengganti ini.

Upaya tersebut termasuk memproduksi avtur dari minyak jelantah serta membangun pusat-pusat pengolahan (refinery) nan mendukung konversi bahan bakar, nan bakal mengoptimalkan efisiensi daya dan mempercepat transisi ke daya terbarukan melalui elektrifikasi.

Kebutuhan bakal sumber avtur pengganti menjadi semakin relevan mengingat info dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Saat ini, stok avtur nasional tercatat sebesar 388,6 ribu kiloliter, dengan konsumsi harian mencapai 13,8 ribu kiloliter.

Angka ini menunjukkan bahwa ketahanan stok avtur Indonesia berada di level 28,1 hari, menyoroti urgensi pengembangan sumber daya lokal seperti kelapa sawit untuk menjaga stabilitas pasokan.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan