BPH Migas Perketat Pengawasan BBM Subsidi Agar Tepat Sasaran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian nilai bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah terus memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat nan berhak.

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diyakini mempunyai peran krusial untuk memastikan pengedaran melangkah sesuai ketentuan sekaligus menutup celah potensi penyalahgunaan, menurut Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Harya Adityawarman, dalam keterangan pers nan diterima di Jakarta, Sabtu.

Harya mengingatkan pengelola SPBU kudu meningkatkan kewaspadaan terhadap beragam upaya pelanggaran. Ia menyampaikan pengawasan bakal terus dilakukan melalui pemantauan langsung di sejumlah wilayah guna memastikan pengedaran BBM subsidi melangkah sesuai aturan.

"Kami mengingatkan kembali kepada pengelola SPBU untuk lebih hati-hati, lantaran memang ada gap (selisih) nilai antara BBM bersubsidi dengan non subsidi nan lumayan tinggi. Ada potensi untuk penyalahgunaan," ujar Harya seperti dilansir Antara, Sabtu (25/4).

video story embed

Ia menyebut salah satu praktik nan menjadi perhatian adalah pelansiran, ialah pengisian BBM subsidi berulang oleh kendaraan tertentu untuk kemudian diperjualbelikan kembali.

Menurut dia, praktik ini sangat merugikan lantaran mengganggu kelancaran pengedaran BBM subsidi bagi konsumen nan berhak.

Ia juga mengaku menemukan modus penyalahgunaan, ialah satu kendaraan menggunakan beberapa barcode berbeda untuk mengisi BBM subsidi. Hal ini menjadi perhatian serius dan perlu segera ditindaklanjuti, termasuk dengan pemblokiran barcode andaikan terbukti disalahgunakan.

“Kendaraan-kendaraan nan terindikasi melakukan pelansiran perlu dipetakan dan dilaporkan, baik kepada Pertamina Patra Niaga setempat maupun BPH Migas. Indikasi awal biasanya terlihat dari kendaraan nan nyaris setiap hari melakukan pengisian BBM,” ujar dia.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menambahkan pengawasan langsung ke lapangan merupakan instrumen krusial dalam menjaga agar pengedaran BBM subsidi tepat sasaran.

"Kami terus memasifkan imbauan kepada pengelola SPBU agar lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan BBM subsidi," katanya melanjutkan.

Fathul menekankan pentingnya sinergi antara BPH Migas, badan usaha, dan pengelola SPBU untuk menutup celah penyalahgunaan nan terus berkembang, termasuk menindaklanjuti kejuaraan dari masyarakat.

"Apabila di lapangan ditemukan dugaan penyalahgunaan, dapat segera dilaporkan melalui helpdesk BPH Migas untuk ditindaklanjuti,” ujar dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan