Momentum pekan imunisasi bumi menjadi pengingat krusial bagi orang tua bahwa perlindungan anak tidak dimulai saat dia sakit, melainkan jauh sebelumnya.
Ya Moms, beragam penyakit seperti campak, polio, difteri, hingga pneumonia sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi komplit sejak dini. Karena itu, memastikan agenda vaksin anak terpenuhi bukan sekadar anjuran, tetapi kebutuhan dasar untuk menjaga tumbuh kembang optimal.
Jangan Sampai Terlambat, Imunisasi adalah Kebutuhan Anak
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, info beberapa tahun terakhir menunjukkan sejumlah penyakit nan sempat terkendali justru kembali mengancam.
Kondisi ini dipengaruhi oleh cakupan imunisasi nan belum merata di beragam wilayah. Dampaknya pun tidak main-main, mulai dari gangguan perkembangan, komplikasi serius, hingga akibat kematian pada anak.
Kasus balang misalnya, kembali merebak di Indonesia. Pada 2025 tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) di 29 kabupaten/kota, termasuk di Sumenep, Madura, dengan lebih dari 2.000 anak terinfeksi dan 20 kematian. Meski pada 2026 terjadi penurunan hingga 93 persen, hingga pertengahan Maret tetap ditemukan lebih dari 10 ribu kasus terkonfirmasi.
Padahal, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi Measles-Rubella (MR) nan diberikan sejak usia 9 bulan hingga masa sekolah, Moms.
Indonesia juga sempat dinyatakan bebas polio, namun kasus kembali ditemukan pada periode 2022–2024 di beberapa daerah. Hal ini menunjukkan pentingnya vaksinasi polio seperti vaksin Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV) secara komplit sejak lahir hingga booster di usia 18 bulan.
Bukan Pakai Herbal tapi Cegah Dengan Imunisasi
Beberapa waktu lalu, klaim bahwa tuberkulosis (TBC) dapat sembuh dengan obat herbal sempat beredar luas. Namun, para mahir menegaskan bahwa TBC memerlukan terapi medis unik dan tidak bisa digantikan oleh pengobatan alternatif. Tetapi pencegahan tetap bisa dilakukan melalui vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG) sejak bayi usia 2 bulan.
Pneumonia dan difteri juga tetap menjadi ancaman. Tingginya kasus di beberapa wilayah menunjukkan bahwa imunisasi seperti PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dan DPT-HB-Hib sangat diperlukan untuk melindungi anak dari akibat komplikasi berat.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, agenda pemberian vaksin PVC dilakukan pada bayi usia 2,4 dan 6 bulan serta booster di usia 12-16 bulan. Sedangkan untuk difteri bisa dilakukan pada anak usia:
2, 3, 4 bulan: imunisasi dasar
18 bulan: booster
5–7 tahun: lanjutan (BIAS)
7–19 tahun: Td lanjutan
Dengan beragam kebenaran ini, imunisasi adalah sebuah kebutuhan dan langkah krusial untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya, Moms.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·