Dalam dua tahun terakhir, jumlah lapangan padel di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat signifikan. Berdasarkan info PBPI DIY, dari sekitar 5–10 lapangan, jumlahnya diproyeksikan mencapai 40 lapangan pada pertengahan 2026, tersebar di seluruh wilayah DIY.
Pertumbuhan ini melangkah beriringan dengan meningkatnya intensitas kejuaraan padel di tingkat nasional. Dalam periode nan sama, PBPI Pusat rutin menggelar turnamen nan memperluas jenjang kejuaraan atlet dari level lokal ke nasional.
Kombinasi antara kesiapan prasarana dan aktivitas kejuaraan inilah nan menjadi dasar penilaian International Padel Federation (FIP) dalam menunjuk Yogyakarta sebagai tuan rumah FIP Bronze Yogyakarta, nan bakal berjalan pada 18–24 Mei 2026 di Wii Social Hub, Jalan Kusumanegara No. 127, Umbulharjo.
Yogyakarta tidak terpilih tanpa proses. Dari sekitar 15 provinsi nan mengusulkan diri, hanya tersedia 3–4 slot penyelenggaraan untuk Indonesia, dan DIY menjadi salah satu nan lolos seleksi tersebut.
Ketua Umum PBPI DIY, R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo, menyebut kepercayaan ini merupakan akumulasi dari ekosistem padel nan mulai terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak 2024 hingga 2026, event nasional nan digelar PBPI Pusat menjadi jenjang krusial bagi atlet. Dari situ, kesiapan menuju level internasional mulai terlihat,” ujarnya, dikutip dari rilis Senin (13/4).
Selain aspek olahraga, Yogyakarta juga dinilai mempunyai kesiapan sebagai kota penyelenggara. Statusnya sebagai destinasi pariwisata nan terbiasa menggelar event berskala besar menjadi pertimbangan tambahan.
FIP Bronze Yogyakarta bakal diikuti atlet dari beragam negara, termasuk Spanyol, Argentina, serta sejumlah negara Eropa dan Asia. Kehadiran ini membuka kesempatan bagi atlet lokal untuk bertanding di level internasional tanpa kudu ke luar negeri.
“Tidak perlu keluar dari Indonesia. Kompetisi internasional dengan level tinggi sekarang bisa diakses di Yogyakarta,” kata Marrel.
Di luar pertandingan, kehadiran event ini juga diproyeksikan memberi akibat ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM, seiring masuknya atlet dan visitor dari luar wilayah maupun mancanegara.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·