Pertamina dan Toyota Siap Bangun Pabrik Bioetanol, Segini Kapasitasnya

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Toyota bakal mengembangkan akomodasi pengolahan bioetanol di Indonesia.

Proyek ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan daya nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ia mengungkapkan, pada tahap awal kapabilitas produksi bioetanol nan bakal digarap sebesar 60.000 kilo liter (kl) per tahun. Hal ini juga sebagai corak persiapan untuk menyediakan kebutuhan bahan bakar tersebut di masa depan.

"Untuk awal ini kapabilitas produksinya itu untuk plant nan 60 ribu kilo liter setahun. Kita ketahui bahwa total konsolidasi plant etanol nan ada di Indonesia ini kurang lebih sekitar 120 ribuan. Bahkan mungkin hanya efektif 80 ribuan," ungkapnya di gedung BKPM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Seperti diketahui, pemerintah memberikan support penuh terhadap pengembangan bioetanol, antara lain melalui kebijakan mandatori pencampuran bioetanol pada BBM bensin, dengan roadmap campuran bioetanol 5% (E5) pada 2026-2027, lampau naik menjadi 10% (E10) pada 2028-2030, hingga sasaran jangka panjang menuju E20.

"Tentunya kita melakukan ini dalam kerangka memang kita kudu mem-prepare andaikan kelak masuk dalam mandatori E10 itu negara kita juga siap untuk dalam mem-provide kebutuhan etanolnya," jelasnya.

Ia mengaku, mengenai besaran investasi, penghitungan biayanya tetap berjalan.

"Untuk budgetnya sedang melangkah lantaran juga sudah ada ditunjuk konsultan feasibility-nya," imbuhnya.

Adapun kerja sama antara Pertamina dan Toyota ini difokuskan pada pengembangan pabrik bioetanol dengan teknologi 2G alias second generation berbasis multi-feedstock, nan memanfaatkan sumber daya domestik seperti biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum.

Menurutnya, kerjasama antara Pertamina dan Toyota menjadi sinergi antara BUMN dan penanammodal dunia dalam membangun ekosistem

energi masa depan di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan ini, proses kerja sama telah bergerak mulai dari tahap penjajakan menuju tahap nan lebih konkret dan terukur, sehingga memberikan arah nan lebih jelas bagi realisasi proyek.

"Program ini sebenarnya sudah kita jalankan dari tahun kemarin. Tetapi kita silent memang development-nya. Sudah ada rencana kooperasinya antara Pertamina New Renewable Energy dengan Japanese Group. Dalam perihal ini kelak nan bakal ditunjuk adalah Toyota Tsusho nan bakal menjadi partner," ungkapnya.

Ia menyebut, rencana pembangunan bioetanol ini bakal dilakukan di wilayah Lampung. Karena Lampung merupakan salah satu provinsi nan sangat kuat untuk kesiapan feedstock terhadap etanol ini.

"Karena di Lampung seperti kita ketahui bersama, di sana ada penanaman besar tebu. Dan juga ada penanaman ubi dan feedstock-feedstock yang lain. Jadi kelak ini rencananya selain pembangunan plan juga kelak ada rencananya juga untuk pembangunan apa namanya penanaman daripada salah satu support team feedstock-nya ialah sorgum," jelasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News