Jakarta -
Sebanyak 15.804 calon jemaah haji asal embarkasi Makassar bakal menikmati skema Makkah Route, nan datang di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada tahun ini. Pemeriksaan keimigrasian in advance itu melengkapi jasa nan sebelumnya sudah beraksi di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo Solo.
Untuk diketahui, Makkah Route adalah kerja sama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berupa proses pre-clearance keimigrasian nan dilakukan langsung oleh petugas Imigrasi Arab Saudi di airport keberangkatan Indonesia. Manfaat utamanya adalah memangkas waktu dan prosedur, di mana jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan paspor dan visa saat tiba di Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyebut skema Makkah Route melayani total 221.000 calon jemaah haji di seluruh Indonesia. Menurutnya, penambahan titik jasa di Makassar merupakan upaya pemerintah kedua negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji.
"Perluasan Makkah Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jemaah Indonesia nan merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air. Kami mau memangkas birokrasi, sehingga jemaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci," kata Hendarsam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).
Ilustrasi calon jemaah haji Foto: dok. istimewa
Sebagai corak kesiapan operasional, sebanyak 115 petugas Imigrasi Arab Saudi telah tiba di Indonesia pada 20 April 2026 untuk ditugaskan di bandara-bandara tersebut. Kesiapan sarana dan prasarana di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) mengenai telah mencapai 100%.
Selain itu, Hendarsam memastikan pemerintah juga telah mengintegrasikan info lintas sektoral dan melakukan penyusunan profil akibat untuk mencegah keberangkatan jemaah haji non-prosedural, guna memastikan seluruh jemaah terlayani dengan aman.
Hendarsam berambisi ke depan jasa Makkah Route dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh embarkasi haji di Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong agar jasa ini dapat diterapkan secara resiprokal, sehingga pelayanan terhadap jemaah haji menjadi jauh lebih optimal bagi kedua belah pihak.
"Imigrasi bakal terus beralih bentuk demi memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan jasa nan adaptif dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyukseskan ibadah haji. Layanan Imigrasi untuk rakyat adalah prioritas kami," pungkasnya.
(fas/imk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·