Peringatan Hari Bumi 2026 Peduli Lingkungan, Sekolah di Jakbar Olah Sampah jadi Ekoenzim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 07, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar) mengolah sampah jadi ekoenzim sebagai aktivitas edukasi untuk memperingati Hari Bumi 2026.

Kepala SDN Sukabumi Selatan 07 Bekti Widiyaningsih mengatakan, pembuatan ekoenzim dilakukan untuk mengurangi sampah organik sekaligus memberikan edukasi kepada siswa tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan.

"Diharapkan SDN Sukabumi Selatan 07 dapat menjadi percontohan sekolah peduli lingkungan serta mendorong siswa menerapkan style hidup minim sampah," ujar Bekti di Jakarta, melansir Antara, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, lanjut dia, program pengelolaan sampah sejalan dengan predikat Adiwiyata Mandiri nan telah diraih sekolahnya.

"Melalui aktivitas ini, kami mau menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini," ucap Bekti.

Untuk mendukung upaya sekolah tersebut dalam pengolahan sampah organik, pihak Kelurahan Sukabumi Selatan pun menyerahkan tong komposter sederhana kepada pihak sekolah.

"Kegiatan ini menjadi upaya mengurangi sampah dari sumber sekaligus mengedukasi siswa agar dapat menerapkannya di rumah," tutur Lurah Sukabumi Selatan Anjas Umaryadi.

6 Proyek PSEL 2026 Dilelang, Target Olah 7.000 Ton Sampah per Hari

Sebelumnya, Pemerintah bakal melelang enam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) pada semester I 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong pengembangan daya baru terbarukan.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa keenam proyek tersebut diproyeksikan bisa mengolah sekitar 7.000 ton sampah per hari.

"Program ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) nan difokuskan pada penanganan sampah di wilayah perkotaan dengan timbulan besar kurang lebih 1.000 ton/hari," kata Qodari dalam konvensi pers, Rabu (22/4/2026).

Ia merinci, proyek pertama adalah PSEL Lampung Raya dengan kapabilitas 1.167 ton per hari, melayani Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.

Selanjutnya, PSEL Kabupaten Bekasi di TPA Burangkeng mempunyai kapabilitas 1.500 ton per hari. Kemudian PSEL Medan Raya di TPA Terjun dengan kapabilitas 1.700 ton per hari.

Untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, PSEL Semarang Raya di TPA Jatibarang dan PSEL Surabaya Raya masing-masing mempunyai kapabilitas 1.100 ton per hari.

Sementara itu, PSEL Serang Raya di TPA Cilowong dirancang bisa mengolah 1.161 ton sampah per hari.

Siapkan Insentif

Qodari menambahkan, keenam proyek tersebut merupakan bagian dari 12 proyek PSEL nan bakal dilelang oleh lembaga pengelola investasi Danantara pada semester I 2026.

Selain enam letak tersebut, proyek PSEL juga direncanakan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Palembang, Kota Makassar, dan Kota Tangerang Selatan.

Jika seluruh proyek terealisasi, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 letak alias aglomerasi nan mencakup 61 kabupaten/kota hingga 2029.

Secara keseluruhan, kapabilitas pengolahan sampah ditargetkan mencapai 33.000 ton per hari alias sekitar 23% dari total timbulan sampah nasional.

Untuk menarik minat investor, pemerintah telah menyiapkan beragam insentif, seperti penetapan nilai listrik sebesar USD 0,2 per kWh selama 30 tahun, percepatan perizinan lingkungan menjadi dua bulan, serta pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk teknologi ramah lingkungan.

"Perpres Nomor 109 Tahun 2025 menghadirkan sejumlah terobosan signifikan untuk mengatasi kebuntuan izin serta mempercepat penerapan program PSEL di Indonesia," pungkas Qodari.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita