Dunia upaya menghadapi tekanan baru akibat perang AS-Israel dengan Iran nan mulai mengganggu pasokan bahan baku impor. Kondisi ini membikin pelaku industri cemas terhadap keberlanjutan produksi dalam waktu dekat.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut gangguan rantai pasok akibat bentrok geopolitik mulai terasa di dalam negeri. Ketergantungan pada bahan baku impor membikin sejumlah sektor industri berada dalam posisi rentan.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengungkapkan keterbatasan pasokan bahan baku berpotensi menghentikan proses produksi. Bahkan, pelaku upaya tetap belum bisa memastikan keberlanjutan produksi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga era perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya. Kita nggak tahu nih, April alias Mei kita tetap bisa produksi alias enggak. Ini situasi nan kita hadapi saat ini," kata Bob dalam Rapat Komisi IX DPR RI, Selasa (14/6).
Menurut Bob, salah satu contoh nan sekarang terjadi di lapangan adalah kelangkaan bahan baku plastik. Kondisi ini membikin nilai melonjak dan berisiko menghentikan produksi di sejumlah industri.
Ia menjelaskan plastik merupakan komponen penting, terutama bagi industri makanan dan minuman sebagai bahan kemasan. Kelangkaan ini pun sudah mulai dirasakan oleh banyak pelaku usaha.
"Sebagai contoh, bahan baku plastik sudah enggak ada, sudah langka. Padahal nan namanya makanan, minuman itu pakai plastik," ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, pengusaha berambisi akibat terhadap tenaga kerja dapat ditekan. Apindo juga meminta pemerintah memberikan kemudahan dari sisi regulasi, khususnya dalam perizinan impor guna menjaga stabilitas nilai dan keberlangsungan upaya di tengah tekanan ekonomi serta melemahnya daya beli.
"Role-nya pengusaha itu kudu bisa meng-absorb kenaikan dengan meningkatkan produktivitas. Role-nya pemerintah melakukan debirokratisasi, ya, izin-izin dipermudah. Role-nya pekerja, pekerja sama dengan pengusaha untuk mengantisipasi perihal seperti ini," ungkap Bob.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·