Penumpang Ekonomi Kini Bisa Tidur di Tempat Tidur Susun di Air New Zealand

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Economy Skynest mulai menerima pemesanan Enam pod tempat tidur nan dapat direbahkan sepenuhnya. Foto: instagram/@airnz

Maskapai Air New Zealand menghadirkan penemuan baru bagi penumpang kelas ekonomi, dengan menyediakan akomodasi tempat tidur susun di pesawat terbarunya.

Layanan ini bakal tersedia pada armada Boeing 787-9 Dreamliner, dan dijadwalkan mulai dapat dipesan pada 18 Mei untuk penerbangan tertentu mulai November mendatang.

Fasilitas nan diberi nama Economy Skynest ini menawarkan enam pod tidur nan disusun menyerupai tempat tidur bertingkat. Setiap pod dilengkapi kasur, perlengkapan tidur, gorden privasi, sabuk pengaman, lampu baca, port pengisian daya, hingga paket amenitas untuk kenyamanan penumpang.

Pihak maskapai memastikan kebersihan tetap terjaga dengan mengganti bantal, seprai, dan selimut setiap kali sesi penggunaan selesai. Dengan konsep ini, penumpang ekonomi sekarang mempunyai kesempatan untuk beristirahat dengan lebih nyaman selama penerbangan jarak jauh.

Ilustrasi Air New Zealand. Foto: Shutterstock

Chief Executive Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, mengatakan bahwa penemuan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman perjalanan.

"Dengan memberikan lebih banyak penumpang kesempatan untuk betul-betul beristirahat dalam penerbangan jarak ultra-jauh, perjalanan ke dan dari Selandia Baru menjadi lebih mudah dijalani," ujarnya, seperti dikutip dari CNN Travel.

Selain Skynest, Air New Zealand sebelumnya juga memperkenalkan Skycouch, ialah konfigurasi tiga bangku ekonomi nan dapat diubah menjadi permukaan datar, agar penumpang bisa berbaring. Konsep ini apalagi menginspirasi maskapai lain, seperti United Airlines, nan turut mengembangkan buahpikiran serupa.

Inovasi tempat tidur di dalam pesawat ini pertama kali diuji coba pada September 2024, dan sekarang mulai diterapkan secara lebih luas pada pesawat Dreamliner terbaru.

Maskapai penerbangan Air New Zealand. Foto: Summit Art Creations/Shutterstock

Rencananya, akomodasi ini bakal tersedia pada rute jarak jauh, termasuk penerbangan sekitar 17 jam nan menghubungkan John F. Kennedy International Airport dengan Auckland, salah satu rute terpanjang di dunia.

Penumpang dapat memesan pod tidur ini untuk lama empat jam dengan biaya sekitar 495 dolar AS alias sekitar Rp 8,5 juta per sesi. Durasi tersebut dipilih berasas riset mengenai pola tidur penumpang selama penerbangan.

"Rata-rata satu siklus tidur berjalan sekitar 90 menit, sehingga sesi empat jam memberi waktu bagi penumpang untuk bersantai, tertidur, dan bangun dengan lebih segar," jelas perwakilan Air New Zealand.

Dengan penemuan ini, pengalaman terbang di kelas ekonomi diharapkan menjadi lebih nyaman, terutama bagi penumpang nan menempuh perjalanan jarak jauh.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan