Para pengusaha di area industri berambisi Indonesia bisa menjadi hub rantai pasok global. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan bahwa perihal tersebut dapat membuka kesempatan investasi bagi domestik.
"Sudah saatnya kita bekerja keras menarik investasi sebesar-besarnya. Kami berambisi kita dapat mengesampingkan sekat-sekat dan kepentingan politik agar Indonesia menjadi destinasi investasi dunia nan kondusif dan nyaman," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Selasa (14/4).
Dengan support penuh dari pemerintah melalui pengawalan investasi nan ketat, dia percaya industri dalam negeri bakal bangkit lebih kuat. “Saatnya kita buktikan kepada dunia, terutama mitra kita dari Jepang hingga Timur Tengah, bahwa Indonesia bukan hanya tempat nan nyaman untuk berdiskusi, tapi adalah tempat nan paling tepat untuk berinvestasi,” tutup Ma'ruf.
Ma'ruf mengungkapkan bahwa keberhasilan Presiden Prabowo dalam menggalang komitmen investasi mulai dari Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat (AS), Jepang hingga Republik Korea dinilai sebagai pencapaian luar biasa bagi posisi tawar Indonesia di kancah global. Ma'ruf mencatat bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri telah menghasilkan komitmen nilai investasi nan dahsyat untuk mendukung hilirisasi dan ketahanan daya nasional.
Namun, dia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada tahap implementasi. Untuk itu, Ma'ruf meminta agar pemerintah untuk segera membentuk Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi sebagai tindak lanjut dari beragam komitmen investasi nan sudah disepakati.
“Presiden sudah bekerja luar biasa menjemput bola ke mancanegara, kami sangat apresiasi tinggi. Namun, kami di HKI dan Kadin mencermati bahwa di lapangan tetap ditemukan sumbatan dan hambatan. Birokrasi nan berbelit, inkonsistensi izin pusat-daerah, serta hambatan teknis lainnya seringkali membikin penanammodal ragu untuk melakukan groundbreaking,” ujar Ma’ruf.
Selain itu, dia menegaskan bahwa nantinya Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi ini kudu berfaedah sebagai unit reaksi sigap nan bisa membedah sumbatan investasi secara end-to-end.
Ma’ruf mencontohkan bahwa para penanammodal dari Jepang, Korea, dan AS dikenal sangat perincian dan menjunjung tinggi kepastian hukum. Jika sumbatan-sumbatan di lapangan tidak segera dibersihkan, Indonesia berisiko kehilangan momentum emas ini.
“Kita tidak mau komitmen besar ini hanya menjadi seremoni penandatanganan saja. Tim Pengawalan dan Percepatan Investasi ini kudu memastikan setiap dolar nan dijanjikan betul-betul masuk ke area industri dan memberikan akibat ekonomi nyata,” tambahnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·