Penguatan IHSG Dinilai karena Meningkatnya Kepercayaan Investor ke RI

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sejumlah finalis Putri Indonesia 2025 memandang diagram pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan investor terhadap arah reformasi pasar modal Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, tren ini mencerminkan respons pasar nan kian konstruktif terhadap beragam kebijakan nan digulirkan regulator.

Pada Selasa (14/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,91 persen ke level 7.642 pada perdagangan pagi ini. Selanjutnya pada sesi I, IHSG naik 2,14 persen ke level 7.660.

Senior Market Chartist Nafan Aji Gusta memandang bahwa respons positif pasar tidak lepas dari konsistensi reformasi nan dijalankan. Ia mencontohkan keputusan FTSE Russell nan tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market sebagai parameter kepercayaan global.

“FTSE Russell sendiri tetap mempertahankan Indonesia di secondary emerging market. Ini menjadi langkah strategis nan menunjukkan kepercayaan penanammodal dunia terhadap pasar modal kita,” ujar Nafan dalam keterangannya, Selasa (14/4).

video story embed

Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan reformasi menjadi aspek krusial. Jika kebijakan nan telah dirancang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, transparansi pasar bakal semakin meningkat dan pada akhirnya memperkuat minat penanammodal global.

Dia juga menekankan bahwa kondisi ini krusial untuk menjaga posisi Indonesia tetap berada di level emerging market, apalagi membuka kesempatan peningkatan status di masa depan.

“IHSG kita sudah mulai mengalami penguatan di tengah ketidakpastian global. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif arah kebijakan nan ada,” tambahnya.

Dengan kombinasi reformasi struktural dan respons pasar nan semakin solid, prospek pasar modal Indonesia dinilai semakin menjanjikan di mata penanammodal domestik maupun global.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri menegaskan bahwa penguatan IHSG merupakan hasil dari reformasi pasar modal nan tengah dilakukan. Tidak hanya itu, saham domestik sekarang bergerak menuju transparansi nan lebih tinggi dan semakin selaras dengan standar global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan baru telah dirancang untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar, termasuk dari penyedia indeks global.

Langkah tersebut mencakup peningkatan pemisah minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, keterbukaan info pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, hingga tanggungjawab pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO). Kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat integritas dan akuntabilitas pasar modal Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan