Operasi 'Perang' Ikan Sapu-sapu Dimulai, Tangkapan di Jakut Tembus 200 Kg

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Diberitakan sebelumnya, Pramono juga berencana membentuk petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk menangani persoalan ikan sapu-sapu yang kian mendominasi perairan ibu kota. Langkah ini diambil menyusul masifnya populasi ikan invasif tersebut nan dinilai tidak bisa ditangani hanya melalui aktivitas seremonial semata.

“Secara unik kelak kami bakal tugaskan PJLP nan bekerja untuk itu,” kata Pramono.

Menurut Pramono, penanganan ikan sapu-sapu di ibu kota bakal dilakukan secara sistematis. Dia secara spesifik menyampaikan para petugas bakal difokuskan untuk mengendalikan populasi ikan tersebut di saluran air dan sungai.

“Artinya ini nan kemudian menjadi PR bagi Pemerintah Jakarta, kami bakal konsentrasi dan untuk itu kelak bakal ada penugasan secara unik PJLP nan menangani ikan sapu-sapu ini,” ujarnya.

Pramono menjelaskan, keberadaan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sekarang menjadi persoalan serius lantaran keahlian berkembang biaknya nan sangat cepat. Dalam satu kali reproduksi, ikan ini dapat menghasilkan ribuan telur.

“Saya juga baru tahu kenapa ikan sapu-sapu nan wanita nan wanita itu rata-rata lebih gendut daripada nan laki-laki dan telurnya satu ikan itu bisa 1.000 lebih ya? 300 sampai 3.000. Jadi bertelurnya sigap banget,” ungkapnya.

Selain itu, kekuasaan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta disebut sudah sangat tinggi hingga tembus 60 persen. Populasi berpotensi terus meningkat jika tidak dikendalikan secara konsisten.

“Maka dengan demikian sekali lagi aktivitas ini untuk mengurangi kekuasaan nan terlalu berlebihan ikan sapu-sapu nan ada di Jakarta ini,” kata Pramono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita