NasDem Bantah Isu Merger dengan Gerindra: Surya Paloh Hanya Tawarkan Blok Politik, Bukan Fusi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Willy menilai narasi merger partai nan berkembang tidak sepenuhnya menangkap pendapat Surya Paloh. Menurutnya, Surya Paloh dikenal sebagai sosok nan berpikir out of the box dan tidak sekadar membicarakan koalisi politik dalam makna sempit.

Dia menjelaskan, selama ini publik hanya memahami kerja sama politik sebatas sekretariat berbareng alias koalisi dalam proses pencalonan. Padahal, dalam sistem presidensial seperti Indonesia, konsep koalisi pemerintahan sebenarnya tidak dikenal seperti dalam sistem parlementer.

“Pak Surya itu orang nan berpikir out of the box (lain dari biasanya). Kan kita selama ini berpikir hanya sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam government (pemerintahan), kita tidak mengenal koalisi," kata dia.

Willy kemudian mencontohkan bahwa konsep blok politik sebenarnya bukan perihal baru di Indonesia. Dia menyebut Partai Golkar sebagai salah satu corak political bloc nan pernah ada. Selain itu, pada era Soekarno, konsep serupa juga muncul melalui Front Nasional dengan pendapat Nasakom.

"Golkar itu political bloc. Ingat dulu Undang-Undang nan lama, Undang-Undang partai politik dan golongan karya. Artinya, kita punya dua political bloc, ya. Satu, dulu Bung Karno ketika dia mengeluarkan dekrit itu namanya Front Nasional, nan berjulukan Nasakom itu. nan kedua, golongan karya itu sebelumnya Sekber Golkar. Itu political bloc," ucap Willy.

Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto, Willy menilai perihal tersebut sebagai sesuatu nan wajar. Dia apalagi mengungkapkan bahwa hubungan keduanya sudah terjalin lama dan penuh obrolan mendalam.

Dia mengingat kembali saat Prabowo berjamu ke NasDem Tower di Gondangdia. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbincang selama enam jam membahas beragam rumor strategis secara terbuka dan setara.

"Wajar saja dua sahabat bertemu. Ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia (NasDem Tower), kami obrolan enam jam tentang banyak hal. Di mana ada perihal nan lebih akrab, nan lebih intimate, untuk bisa berdialektika seperti itu? Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berbincang secara equal (setara) tentang banyak hal," kata dia, dilansir Antara.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita