Dia mengatakan, pelaku menguras lenyap duit nan ada di rekening korban. Total kerugian mencapai Rp 274 juta.
"Jadi dalam kejadian ini, biaya korban nan lenyap tanpa sepengetahuannya itu sebesar Rp 274 juta," ucap dia
Dia mengatakan, pelaku bekerja secara terorganisir. HF memasang ganjal tusuk gigi modifikasi. A mengintip PIN korban. AT mengalihkan korban ke bank. D mengambil kartu dari mesin ATM.
"Pembagian peran-peran nan sudah jelas," ujar dia.
Keempat pelaku telah ditangkap di Jatisampurna, Bekasi. Dalam kasus ini, turut disita beragam peralatan bukti diantaranya kartu ATM.
Hasil pemeriksaan, salah satu pelaku diketahui seorang residivis. Kepada polisi, dia mengaku sudah bertindak di tujuh kali.
"Yang berkepentingan pernah ditahan di Magelang. Jadi memang kami sampaikan di sini keempat pelaku ini memang ahli ganjal ATM," ucap dia.
Tak hanya di Jakarta Timur. Aksinya juga dilakukan di Cilegon, Jawa Tengah, dan beberapa wilayah lain. Pengakuannya, duit hasil kejahatan dipakai kebutuhan sehari-hari.
"Dari hasil pemeriksaan kami terhadap uang-uang ini, digunakan untuk keperluan sehari-hari. Ada nan bayar utang, ya untuk kehidupan sehari-hari. Kalau judi, belum dapat kami info itu," terang dia.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, keempat pelaku dijerat Pasal 477 dan 476 KUHP. Ancaman balasan tujuh tahun penjara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·