Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan sebanyak 20 pekerja WNI di wilayah terdampak konflik Timur Tengah. Mukhtarudin memastikan pihaknya menyiapkan mitigasi andaikan perang semakin parah dengan membentuk Tim Crisis Monitoring Dirjen Perlindungan.
"Secara harian melakukan monitoring dan koordinasi dengan perwakilan kita nan ada di luar negeri. Terutama di daerah-daerah nan bentrok dan sekitar wilayah konflik. Serta melakukan langkah-langkah mitigasi perlindungan," kata Mukhtarudin dalam rapat Komisi IX DPR, Rabu (8/4/2026).
P2MI bakal mempertimbangkan menangguhkan pengiriman pekerja ke Timur Tengah. Langkah ini sebagai mitigasi untuk menjamin keselamatan pekerja migran jika bentrok kembali memanas.
"Jadi kita juga mitigasi, sehingga daerah-daerah nan memang rawan sangat bentrok dan berpotensi tidak, konflinya membesar, kita bakal cooling down untuk melakukan penempatan," ujarnya.
Pekerja Migran Trauma di Daerah Konflik
Menurutnya, kebanyakan pekerja migran di wilayah bentrok juga terdampak dari sisi ilmu jiwa alias mendapatkan trauma.
"Tapi traumatik, psikologis ini mereka rasakan lantaran mendengar bom, rudal, nan hari-hari mereka agak sedikit. Dan kita menyiapkan sudah konsultasi ilmu jiwa secara daring, online ya, sesuai dengan kebutuhan nan dibutuhkan. Dan ini sudah berjalan," pungkasnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·