Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH/Kepala BPLH alias Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan, Indonesia tetap mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk mengelola timbulan sampah hingga 100 ribu ton per hari.
Dia menyampaikan, Indonesia memang telah mempunyai teknologi waste to energy nan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, tetapi kapabilitas tersebut baru bisa mengolah sekitar 40 ribu ton per hari.
"Untuk kapabilitas besar paling proven (terbukti) ialah melalui insinerasi (pembakaran dengan suhu tinggi) nan meliputi 31 wilayah aglomerasi pada 86 kabupaten/kota dengan proyeksi sampah nan bisa dikelola di nomor 40 ribu ton per hari maksimal, sehingga, tetap ada 100 ribu ton per hari nan kudu kita pikirkan lantaran secara demografi letaknya berpencar-pencar, tidak mungkin pakai teknologi insinerasi," ujar Hanif, melansir Antara, Rabu (15/4/2026).
Namun demikian, lanjut dia, pada prinsipnya Kementerian LH terbuka pada semua teknologi nan terbukti dan memang bisa adaptif dengan masyarakat.
"Teknologi refuse-dry fuel dan teknologi lainnya, biogas, biodigester tetap kudu kita operasionalkan dan susun secara perincian untuk sampah ang berada di selain 86 kabupaten/kota nan total sampahnya mencapai seratus ribu ton per hari," ucap Hanif.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·