Menag Sebut Presiden Prabowo Aktif Diplomasi Global untuk Redam Konflik

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Tanah Air usai merampungkan rangkaian kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis, Rabu (15/4/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto tengah aktif melakukan safari diplomasi ke sejumlah negara strategis. Langkah itu adalah upaya meredam eskalasi bentrok internasional melalui jalur dialog.

Nasaruddin mengatakan pemerintah sejalan dengan seruan ustadz agar bentrok global, termasuk nan berangkaian dengan Israel, diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan.

"Atas dasar itu, maka Bapak Presiden Prabowo juga betul-betul sangat aktif mengunjungi beberapa negara-negara nan sangat krusial untuk merajut persamaan pandangan untuk sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dengan cara-cara nan sangat dialogis," kata Nasaruddin usai menghadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halalbihalal 1447 H nan digelar Majelis Ulama Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4).

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers usai menghadiri Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Cegah Korban Kemanusiaan

Ia menegaskan diplomasi tersebut bermaksud mencegah akibat lebih luas dari konflik, terutama korban jiwa dan kerugian material.

"Dan mencegah hal-hal nan bisa menyebabkan korban kemanusiaan, materi, dan lain-lain sebagainya," tambahnya.

Menurut Nasaruddin, langkah pemerintah mendapat support dari ustadz dan ormas Islam.

"Mudah-mudahan kekompakan antara Ulama dengan Umaro ini bakal melahirkan satu kekuatan luar biasa sebagai negara kebanyakan umat Islam. Bangsa Indonesia, the largest Muslim in the world ini, pasti sangat didengar oleh dunia-dunia lain," ujarnya.

RI Aman Meski Ada Gejolak Global

Nasaruddin menyebut kondisi dalam negeri tetap relatif kondusif di tengah gejolak global. "Di Indonesia seperti tadi disampaikan oleh Ketua MPR kita, per hari ini kita bangsa Indonesia belum meningkatkan nilai minyak dan apalagi juga tetap semuanya serba terkendali terkontrol," ungkapnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini berambisi bentrok dunia segera mereda dan tidak berakibat besar bagi Indonesia.

"Semoga peperangan itu segera berhujung dan semoga dampaknya itu tidak sampai sejauh mungkin berakibat kepada kemaslahatan kita di Indonesia. Ini semua perlu kita syukuri," pungkasnya.

Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Dialog Jadi Kunci

Senada dengan Menag, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan bentrok dunia tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan.

"Jadi beragam kerutan di dalam geopolitik internasional ini tidak bisa hanya dilakukan dengan kekerasan, tapi pentingnya dialog, pentingnya saling mendekati," tegasnya.

Ia apalagi mengingatkan akibat besar jika bentrok terus meningkat. "Karena jika kekerasan itu terjadi, apalagi sampai terjadi perang nuklir, itu nan terjadi adalah kehancuran kita bersama. Oleh lantaran itu sekuat tenaga tetap kudu terus dilakukan dialog, dialog, dan sekali lagi dialog," pesannya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan