Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, mengapresiasi peran dan kontribusi organisasi masyarakat (ormas) Islam serta para ustadz dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menag menilai, ormas Islam menjadi pilar krusial dalam menjaga ketahanan sosial dan berkontribusi dalam pembangunan, sejak masa pra-kemerdekaan hingga saat ini.
Menag menyoroti peran ustadz nan konsisten mendampingi masyarakat dan merespons beragam persoalan.
"Sejak masa perjuangan kemerdekaan, masa pembangunan, hingga hari ini, ormas Islam dan para ustadz selalu hadir. Hadir untuk menenangkan masyarakat, dan datang juga untuk memberikan arah, apalagi di saat-saat nan tidak mudah," ujar Nasaruddin dalam aktivitas Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal Idul Fitri 1447 H nan diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4) malam.
Ia menilai kontribusi ustadz tidak selalu terlihat, namun berakibat besar terhadap stabilitas sosial.
"Dalam banyak situasi, ormas dan ustadz bukan hanya menjadi pengingat nilai, tetapi juga menjadi penggerak solusi. Kontribusi ini mungkin tidak selalu tercatat di dalam statistik, tetapi jejaknya terasa di dalam ketahanan sosial bangsa ini," paparnya.
Menag menekankan pentingnya peran ustadz di tengah dinamika dunia dan tantangan geopolitik.
"Dalam konteks hari ini, di tengah dinamika global, disrupsi informasi, dan tantangan geopolitik, peran menjadi sangat penting. Majelis Ulama datang sebagai penuntun arah, sebagai penjaga keseimbangan, dan sebagai rujukan nan meneduhkan di tengah beragam perbedaan," tegasnya.
MUI dan Ormas Islam Mitra Strategis Pemerintah
Ia menegaskan pemerintah memandang MUI dan ormas Islam sebagai mitra strategis.
"Pemerintah memandang Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya sebagai mitra strategis nan tidak tergantikan. Karena itu, angan kita ke depan agar ormas tetap menjadi perekat umat dan kekuatan moral dalam kehidupan berbangsa," tambahnya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin menyebut silaturahmi tersebut sebagai pengingat pentingnya kebersamaan dalam menjaga kekuatan bangsa.
"Silaturahim hari ini tentu bukan sekadar pertemuan, tetapi pengingat bahwa bangsa ini kuat lantaran ada nilai, ada ulama, dan ada kebersamaan nan terus terawat," pungkasnya.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·