Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, mengusulkan digelarnya Konferensi Asia Afrika (KAA) Jilid II dalam momentum peringatan KAA ke-71 tahun. Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan itu, KAA sangat relevan dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa di tengah ancaman neokolonialisme.
"Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan," kata Presiden RI ke 5 ini dalam keterangan resmi seminar '71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini' di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, (18/4).
Ia menyebut ancaman neokolonialisme dan imperialisme saat ini tetap nyata, sehingga perlu dipikirkan berbareng serta dihadirkan pendapat pengganti untuk menciptakan perdamaian dunia.
Megawati juga menyinggung pemikiran Soekarno, termasuk pidato “To Build The World A New” nan menekankan pentingnya kesetaraan antarbangsa, serta semangat Gerakan Non-Blok.
Secara historis, Konferensi Asia Afrika nan digelar pada 18–24 April 1955 di Bandung menjadi forum negara-negara Asia dan Afrika nan sebagian besar baru merdeka. Konferensi tersebut mendorong kerja sama ekonomi dan budaya sekaligus menentang kolonialisme dan neokolonialisme.
Menanggapi perihal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta Eko Suwanto menilai semangat KAA perlu terus diaktualisasikan. Ia mengatakan pengalamannya mengunjungi museum KAA di Bandung pada 2025 membuatnya merasakan langsung semangat perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika melawan penindasan dan penjajahan.
“Kehidupan kebangsaan dan relasi antar bangsa di masa sekarang berhadapan dengan situasi bentrok dan perang. Indonesia dengan peran sejarah inisiator aktivitas non blok, semangat pemikiran Bung Karno krusial diaktualkan,” ujar Eko Suwanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4).
Karena itu, semangat antipenjajahan nan diusung KAA menurutnya krusial untuk terus digaungkan.
“Kita dukung sepenuhnya upaya menggelorakan semangat spirit perjuangan untuk kemerdekaan bangsa sepenuhnya. Mari berbareng berdampingan melawan kolonialisme dan melawan kolonialisme atas bangsa lain," pungkas Eko.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·