Marak Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Pakar IPB University Sarankan Tiga Strategi Efektif

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta kian meresahkan. Di tengah rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas penangkapan massal, pakar IPB University mengingatkan bahwa pendekatan tersebut belum cukup efektif jika dilakukan secara tunggal.

Pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Dr Charles PH Simanjuntak menegaskan, pengendalian populasi ikan sapu-sapu kudu dilakukan secara terpadu.

"Cara nan paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis," ujar Charles.

Dia menjelaskan, ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys Pardalis) merupakan ikan asing introduksi nan dikenal sebagai jenis invasif dengan keahlian reproduksi sangat tinggi.

Charles mengatakan, dalam satu siklus, seekor betina bisa menghasilkan hingga 19.000 telur dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun.

"Satu ekor ikan jantan dapat membuahi dua ekor ikan betina. Ikan jantan bakal menjaga telur di dalam liang nan mereka gali sampai menetas sehingga sintasan (persentase kelangsungan hidup) bisa mencapai lebih dari 90 persen," papar dia.

Ikan Sapu-Sapu Bersifat Omnivora

Tak hanya itu, lanjut Charles, ikan ini bisa bereproduksi pada ukuran nan tetap mini (23,9–28,99 cm untuk jantan dan 13,0–25,98 cm untuk betina), sehingga mempercepat siklus invasi.

"Ikan ini juga berkarakter omnivora dan mempunyai keahlian penyesuaian tinggi terhadap beragam sumber makanan," kata dia.

Menurut Charles, di kediaman asalnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan, predator alami ikan sapu-sapu adalah ikan Common Snook (Centropomus undecimalis), ikan Tarpon (Megalops atlanticus), buaya Spectacled Caiman (Caiman crocodilus), dan burung Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus).

"Tidak adanya predator spesifik di ekosistem seperti Sungai Ciliwung menjadi argumen utama kenapa ikan ini sangat susah dikendalikan," kata dia.

Kombinasi Tiga Strategi

Untuk itu, Charles menekankan pentingnya kombinasi tindakan pengendalian: pencegahan, penangkapan secara fisik, dan kontrol biologis.

Dari sisi pencegahan, Charles menyarankan, Pemprov Jakarta perlu memperkuat izin perdagangan ikan hias dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan alami, baik sengaja maupun tidak.

"Selain itu, teknologi pemantauan awal seperti environmental DNA (eDNA) dinilai efektif untuk mendeteksi keberadaan ikan sejak awal sebelum populasinya meledak," terang dia.

"Dalam kondisi populasi nan sudah tinggi, penangkapan tetap diperlukan, tetapi kudu lebih selektif dan terarah. Menurutnya, penangkapan terhadap ikan berukuran mini (kurang dari 30 cm) dapat lebih efektif dalam menekan populasi," sambung Charles.

Libatkan Masyarakat

Menurut Charles, pelibatan masyarakat juga menjadi kunci. Perburuan berbasis organisasi dinilai bisa menekan populasi dalam skala lokal, meskipun keberhasilan jangka panjang dapat terbatas oleh imigrasi (masuknya ikan sapu-sapu) dari wilayah lain.

"Karena itu, perlu dilakukan secara sistematis di sepanjang aliran sungai. Ikan sapu-sapu nan telah ditangkap juga perlu dimusnahkan untuk mengurangi jumlahnya," ucap dia.

Dari sisi kontrol biologis, lanjut Charles, pemanfaatan predator alami seperti ikan baung dan betutu dapat membantu mengendalikan populasi, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu berukuran 0,6–1,0 cm.

Ia juga mengusulkan upaya pemanfaatan ikan sapu-sapu untuk mengurangi populasi. Namun, tidak dalam konteks untuk dikonsumsi.

"Tidak direkomendasikan jika berasal dari perairan tercemar nerpotensi mengandung logam berat, sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi," terang Charles.

"Dengan pendekatan terpadu dan melibatkan beragam pihak, pengendalian ikan sapu-sapu diharapkan dapat dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta," pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita