Ketum MUI Ajak Ormas Islam Jaga Persatuan dan Hindari Kegaduhan

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ketum MUI KH Anwar Iskandar pada aktivitas silaturahmi Presiden dengan Kiai dan Tokoh Ormas Islam. Foto: Youtube/@Sekretariat Presiden

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. M. Anwar Iskandar, menekankan bahwa persatuan, keadilan, dan perdamaian adalah kebutuhan universal manusia nan tidak bisa diingkari.

Pesan tersebut disampaikan dalam aktivitas Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal 1447 H di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (15/4) malam.

"Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian nan saya muliakan, pesan nan mau dikirimkan oleh MUI kepada bangsa Indonesia ini dan kepada dunia, seperti nan ada di tagline ini. Kita mau mengirimkan sebuah pesan sungguh pentingnya persatuan, sungguh pentingnya keadilan, sungguh pentingnya perdamaian dalam hidup di bumi ini," kata Anwar Iskandar.

Anwar Iskandar sempat mengungkapkan perkembangan signifikan ormas Islam nan tergabung dalam MUI. Jika saat didirikan, MUI hanya ditandatangani oleh 10 ormas, sekarang jumlahnya tumbuh pesat.

​"Hari ini di meja Sekretariat sudah tercatat lebih dari 85 ormas Islam Indonesia. Artinya apa? Dari segi kuantitas, ormas-ormas Islam di Indonesia ini semakin besar dan mengikatkan diri dalam sebuah komitmen untuk memberi maslahat kepada bangsa, negara, dan umat," ungkapnya.

Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Visi Persatuan dan Stabilitas Nasional

Menyikapi arah pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, K.H. Anwar Iskandar membujuk para tokoh umat untuk menciptakan situasi nan kondusif guna mencapai kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya stabilitas sebagai fondasi utama pembangunan.

​"Kewajiban kita sebagai tokoh umat Islam menyediakan situasi nan memungkinkan pemimpin negara ini membangun dengan tenang, membangun dengan baik. Kewajiban kita menyediakan situasi nan disebut dengan stabilitas," tegasnya.

Dia memberikan tamsil alias perumpamaan mengenai tanggung jawab seorang pemimpin ormas nan mempunyai jutaan pengikut. Ia mengingatkan para pemimpin agar bijak dalam bertindak dan berbicara untuk menghindari kegaduhan.

​"Kita ini pemimpin nan di belakang kita ini banyak sekali umat. Kita kudu hati-hati. Ibarat sopir, kita ini pengemudi bus, bukan pengemudi pembalap. Kalau pengemudi bus ada kecelakaan, nan susah bukan hanya sopir, penumpangnya juga ikut susah. Dibutuhkan kearifan agar apa nan kita ucapkan tidak menimbulkan kegaduhan," jelas Anwar.

Silaturrahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Solidaritas Abadi untuk Palestina

Anwar Iskandar juga menyoroti simbol sorban bermotif bendera Palestina nan dikenakan oleh para hadirin.

Menurutnya, sorban tersebut bukan sekadar kain, melainkan simbol bahwa solidaritas Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak bakal pernah padam.

​"Ini sebagai bentuk bukti apa nan sakit dirasakan oleh bangsa Palestina adalah juga sakit di dada kita bangsa Indonesia. Dan itu tidak bakal pernah padam sampai kapan pun," ujarnya dengan nada tegas.

Ia pun memberikan semangat agar seluruh pihak tidak merasa pesimis terhadap masa depan Palestina dan terus memberikan support moril serta doa.

​"Jangan cengeng, jangan mini hati. Kita bakal terus doakan bangsa Palestina dan orang-orang Gaza, pada saatnya pertolongan Allah bakal datang kepada mereka. Nasrun minallahi wa fathun qarib," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan