Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional (PB Inkanas) menjalin kerja sama dalam rangka memperkuat pendidikan karakter dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat melalui pembelajaran seni bela diri.
Kerja sama ini dituangkan dalam penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja sama (PKS) oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Ketua Umum PB Inkanas sekaligus Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat di Gedung Gineung Pratidina Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026).
“Tentu ini adalah satu perihal nan kita butuhkan khususnya dalam penguatan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Sebagaimana diketahui Sekolah Rakyat ini adalah sekolah berasrama nan siswa-siswanya berasal dari family nan paling tidak mampu, di mana mereka dididik secara berkepanjangan selama 24 jam,” kata Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan di samping diberikan pendidikan akademik di kelas, siswa juga diberikan pendidikan karakter melalui pelajaran kepercayaan sesuai kepercayaan masing-masing. Selain itu juga kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler nan salah satunya adalah pembelajaran seni bela diri.
“Secara unik hari ini, kami mau memberikan penguatan dengan memberikan kesempatan siswa Sekolah Rakyat bisa memperoleh pembelajaran seni bela diri, dalam perihal ini adalah karate,” jelas Gus Ipul.
Harapannya melalui pendidikan ekstrakurikuler ini, para siswa mempunyai semangat untuk meraih prestasi, memperkuat sportivitas, dan kejujuran. “Lebih percaya diri dan mengerti kudu melakukan apa, ketika ada katakanlah hal-hal nan tidak sesuai dengan norma-norma nan ada,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Inkanas Komjen Pol. Ramdani Hidayat menyampaikan di samping menguatkan pendidikan karakter melalui kedisiplinan, sportivitas, dan semangat meraih prestasi, dalam mendidik siswa, Inkanas juga bakal memastikan untuk memberikan pendidikan etika.
“Karena di aktivitas bela diri mana pun, harusnya etika nan dikedepankan. Kalau etika dikedepankan, bakal bisa menghormati sesamanya, baik kawannya, adik-adiknya, apalagi ke orang tuanya. Itu nan kita harapkan, nan kita siapkan,” kata Ramdani.
Ramdani menambahkan untuk teknis penyelenggaraan pendidikan karakter di Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, pihaknya bakal bekerja sama dengan ketua umum dan ketua harian Inkanas di wilayah masing-masing.
“Jadi sebenarnya kami juga tidak kesulitan. Tadi nan disampaikan oleh Pak Menteri ada 166 titik (Sekolah Rakyat). Jadi kami tinggal menyampaikan info alias perintah kepada, khususnya pada Dansat Brimob seluruh Indonesia, untuk membantu gimana pendidikan karakter di Sekolah Rakyat ini bisa terus-menerus berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, mengenai penggunaan seragam untuk ekstrakurikuler karate tidak memerlukan seragam khusus, cukup menggunakan busana olahraga siswa Sekolah Rakyat nan sudah ada.
“Menurut kami tidak perlu (seragam), lantaran itu membebani. Jadi mereka sudah punya busana olahraga, ya kita pakai busana olahraga saja. nan krusial tujuannya dan manfaatnya bisa tercapai,” ujar Ramdani.
Pada kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan apresiasinya kepada PB Inkanas nan telah bersedia ikut andil dalam pendidikan karakter siswa Sekolah Rakyat.
“Intinya jadi generasi nan handal dan berkarakter. Berkarakter itu tadi disiplin, berprestasi, cinta tanah air, cinta orang tua, semuanya itu adalah generasi nan berkarakter. nan berbudi pekerti ini adalah modal menang di masa nan bakal datang,” tutup Gus Ipul.
Sebagai informasi, aktivitas ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Ketua Harian PB Inkanas Komjen Pol (Purn) Condro Kirono, Rektor Universitas Tulungagung (UNITA) Muharsono, serta pejabat mengenai lainnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·