JK: Saya Tak Biasa Kritik Orang dari Belakang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menegaskan dirinya tidak mempunyai kebiasaan mengkritik seseorang secara diam-diam alias dari belakang.

Pernyataan itu disampaikan merespons tuduhan nan menyeret namanya mengenai dugaan pemberian biaya Rp5 miliar.

"Ini kan masalah saya. Martabat saya nan dilecehkan. Saya tidak mempunyai sifat itu, mengkritik orang dari belakang. Kalau saya tidak suka saya katakan tidak suka, alias tidak benar. Masa saya bayar orang, enggak lah,” ujar JK di Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

JK menilai tuduhan tersebut telah menyentuh nilai dirinya, sehingga dia memilih menempuh jalur hukum. Didampingi penasihat hukumnya, JK melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada hari nan sama.

Menurut JK, sanggahan nan disampaikan pihak Rismon tidak menyentuh substansi utama tuduhan, ialah mengenai rumor pemberian duit Rp5 miliar. Ia menyebut sanggahan tersebut hanya berfokus pada siapa kreator konten, bukan isi tuduhan.

“Wah saya tidak tahu itu. Tapi apapun bantahannya, dia hanya mengatakan itu bukan dia nan melakukan, tapi tidak membantah isinya. Tidak membantah. Hanya membantah bukan dia nan bikin. Bisa saja dia minta orang lakukan," kata dia.

“Dia kan tidak membantah bahwa saya bayar Rp 5 miliar,” sambungnya.

JK juga menilai dalih rekayasa kepintaran buatan (AI) nan disampaikan pihak Rismon tidak relevan jika tidak disertai sanggahan atas isi tuduhan.

“Kalau dia membantah bahwa itu tidak benar, bahwa Pak JK kasih Rp 5 miliar, kasih uang, mungkin ada manfaatnya. Tapi jika mengatakan itu AI, itu tidak ada artinya untuk saya,” ujar dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita