Menjelang proses penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan sejumlah perihal krusial kepada kepala sekolah, guru, dan wali asuh seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia agar penyelenggaraan melangkah tepat sasaran dan bebas pelanggaran.
Dalam pengarahan kepada seluruh Kepala Sekolah, guru, dan wali asuh Sekolah Rakyat secara daring, Selasa (14/4), Gus Ipul menekankan bahwa proses seleksi siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran, melainkan melalui penjangkauan berbasis data.
“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran. Tapi sekolah rakyat melakukan penjangkauan nan berbasis DTSEN,” tegas Gus Ipul.
Ia mengingatkan tidak boleh ada praktik titipan maupun intervensi dalam proses seleksi. “Tidak perlu titip-titip, tidak perlu menyodor-nyodorkan nama, tidak boleh di antara kita melakukan KKN. Menteri Sosial tidak bisa titip, juga Bupati tidak bisa titip, Camat, Lurah tidak bisa titip,” ujarnya.
Menurutnya, proses seleksi kudu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan berbasis info resmi agar tepat sasaran bagi masyarakat nan paling membutuhkan. “Prinsip utamanya adalah nan paling memerlukan kudu diprioritaskan,” katanya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa rekrutmen merupakan titik paling krusial dalam keberhasilan Sekolah Rakyat. Ia mewanti-wanti potensi penyimpangan seperti manipulasi info hingga intervensi pihak luar.
“Saya mengulang lagi, waspadai titipan, intervensi pihak luar, dan manipulasi data. Tolong semua ikut menjaga ini,” tegasnya.
Selain aspek rekrutmen, Gus Ipul turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah nan kondusif dan bebas dari kekerasan. Ia menegaskan hukuman tegas bakal diberikan bagi pelaku pelanggaran.
“Siapapun nan melakukan kekerasan bentuk maupun seksual di lingkungan sekolah rakyat, kita bakal berikan tindakan keras. Bisa jadi tidak ada lagi peringatan-peringatan, kita bakal langsung berhentikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan pendidikan nan tenteram dan inklusif. “Tidak boleh ada tindakan intoleransi. Peaceful adalah pilihan kita untuk menyelenggarakan pendidikan nan tenteram di tengah perbedaan,” kata Gus Ipul.
Dalam konteks pembinaan siswa, Gus Ipul meminta peran aktif wali asuh dan tenaga pendidik untuk melakukan pendampingan intensif, termasuk penemuan awal terhadap potensi masalah perilaku.
“Perlu adanya penemuan awal terhadap perilaku menyimpang calon siswa pada saat proses penjangkauan. Kalau memang ada hal-hal nan aneh, maka bakal kita rehabilitasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan patokan disiplin penggunaan perangkat belajar di lingkungan sekolah. “Tidak boleh laptop dibawa luar kelas. Dengan argumen apapun dilarang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul meminta seluruh tenaga pendidik aktif menyosialisasikan sistem Sekolah Rakyat kepada masyarakat dengan komunikasi nan baik.
“Mohon maaf kami tidak menerima pendaftaran, tapi insyaallah info Ibu ini bakal kami teruskan kepada DTSEN. Kami tidak bisa menjanjikan apa-apa,” ujarnya mencontohkan langkah menjawab pertanyaan masyarakat.
Pada kesempatan nan sama, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, menegaskan bahwa prinsip utama program ini adalah memberikan akses pendidikan bagi masyarakat paling rentan.
“Hakikat sekolah rakyat itu nan paling krusial adalah aksesabilitas bagi kaum duafa, bagi masyarakat di Desil-1 dan Desil-2,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang usulan berbasis temuan lapangan untuk melengkapi info resmi. “Kalau panjenengan bisa memandang secara langsung dan menurut kriteria orang ini layak, maka itu bisa juga diusulkan melewati tim,” tambahnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Andi, menyoroti kesiapan transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen nan menjadi konsentrasi tahun ini.
“Targetnya pembangunan SR permanen tahap dua sejumlah 100 titik diharapkan selesai di 20 Juni 2026, sehingga awal Juli kita sudah bisa moving ke sekolah permanen,” ujarnya.
Ia memastikan beragam skenario telah disiapkan untuk menjamin keberlanjutan proses belajar, termasuk bagi sekolah nan belum mempunyai akomodasi permanen.
Menutup arahannya, Gus Ipul menegaskan pentingnya kedisiplinan dan integritas seluruh unsur penyelenggara Sekolah Rakyat.
“Mari kita tunjukkan bahwa seluruh pemangku kepentingan betul-betul disiplin, tegak lurus terhadap aturan, dan kerja dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·