Zat besi dikenal sebagai nutrisi krusial untuk tumbuh kembang anak, terutama dalam mendukung pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak. Namun, seperti halnya nutrisi lain, kelebihan unsur besi juga bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan.
Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, menjelaskan bahwa unsur besi mempunyai sifat oksidatif. Ini artinya, unsur besi dapat memicu peradangan dalam tubuh jika jumlahnya berlebihan. Inilah nan membikin pemberian unsur besi tidak boleh sembarangan dan kudu sesuai kebutuhan.
“Memang unsur besi ini agak-agak repot. Dia itu berkarakter oksidatif, berfaedah meradang. Kalau berlebihan, dia bisa meradang,” ucapnya dalam aktivitas peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).
Dampak Kelebihan Zat Besi
Jika anak mengalami kelebihan unsur besi dalam jangka waktu lama, beberapa gangguan nan bisa terjadi antara lain:
1. Gangguan hati (liver)
Penumpukan unsur besi dapat merusak kegunaan hati.
2. Masalah pada jantung
Kontraksi jantung bisa terganggu akibat kelebihan unsur besi.
3. Gangguan sistem hormon
Termasuk masalah pada pertumbuhan dan perkembangan.
4. Pubertas terganggu
Kelebihan unsur besi dapat memengaruhi keseimbangan hormon nan berkedudukan dalam pubertas.
Kondisi ini sering terlihat pada anak dengan thalassemia. Anak dengan thalassemia memerlukan transfusi darah secara rutin. Namun, setiap transfusi tidak hanya membawa sel darah merah, tetapi juga unsur besi.
Akibatnya, tubuh mereka justru mengalami penumpukan unsur besi nan berlebihan. Dalam kasus seperti ini, diperlukan obat unik untuk membantu mengurangi kadar unsur besi dalam tubuh.
Pentingnya Dosis nan Tepat
Kelebihan unsur besi umumnya terjadi lantaran pemberian suplemen nan tidak sesuai dosis alias diberikan dalam jangka waktu terlalu lama. Oleh lantaran itu, suplementasi unsur besi kudu mengikuti rekomendasi nan tepat.
Tidak boleh melampaui kebutuhan harian, serta perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak agar tetap kondusif dan efektif.
“Ketika dia (zat besi) diberikan berlebihan dibandingkan dengan nan disarankan, maka berisiko,” tutupnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·