Jaga Stabilitas Keamanan di Tengah Geopolitik, Sinergi Polri-TNI-BIN Jadi Kunci

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Analis Politik Senior Boni Hargens menilai, kerjasama lintas sektoral merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi geopolitik nan tidak menentu akibat perang di Timur Tengah.

Menurut dia, petunjuk Presiden Prabowo terhadap TNI, Polri dan BIN tak sekadar formalitas birokrasi, melainkan keharusan strategis.

“Setiap lembaga saling melengkapi. Polri mempunyai kelebihan dalam penegakan norma sipil, penyelidikan kriminal, dan keahlian operasional di tingkat komunitas. TNI mempunyai kekuatan dalam pengamanan wilayah perbatasan, keahlian alutsista, dan jangkauan operasional di wilayah terpencil. Sementara BIN mempunyai jaringan intelijen nan luas, keahlian kajian ancaman, dan akses info lintas pemisah nan vital untuk mengidentifikasi pola dan jaringan penyelundupan," kata Boni, Selasa (14/4/2026).

Ia menempatkan kontribusi Polri, TNI, dan BIN dalam konteks nan lebih besar, ialah ketahanan nasional. Konsep ketahanan nasional dalam perspektif modern, kata dia, tidak lagi terbatas pada dimensi militer semata, melainkan mencakup ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan fiskal negara.

"Penyelundupan nan tidak terkontrol menakut-nakuti seluruh dimensi ketahanan nasional ini sekaligus. Dengan menempatkan pemberantasan penyelundupan sebagai agenda ketahanan nasional, Presiden Prabowo secara strategis melampaui pendekatan penegakan norma konvensional," tutur dia.

"Ini adalah pendekatan nan memperlakukan kejahatan ekonomi terorganisir sebagai ancaman eksistensial nan memerlukan respons nan setara dengan ancaman keamanan dalam pengertian tradisional. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi koordinasi nan lebih kuat antara lembaga sipil dan militer dalam satu payung komando nan jelas," imbuh Boni.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita