Inggris Tolak Ikut Blokade Selat Hormuz yang Dilakukan Trump

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Foto: Jonathan Brady/REUTERS

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa apa pun tekanannya, Inggris tidak bakal terseret perang dengan Iran. Inggris juga menolak terlibat dalam blokade Selat Hormuz.

“Kami tidak mendukung blokade,” kata Starmer saat diwawancarai BBC Radio 5 Live, Senin (13/4), seperti dikutip dari AFP.

Starmer kemudian menambahkan, sangat krusial agar Selat Hormuz dibuka sesegera mungkin.

“Menurut saya, sangat krusial bagi kita untuk membuka selat tersebut sepenuhnya, dan di situlah kami telah mengerahkan semua upaya kami dalam beberapa tahun terakhir dan bakal terus melakukannya,” ujar Starmer.

Ia juga menjelaskan Inggris mempunyai kapal penyapu ranjau di area Timur Tengah. Namun, kekuatan militer tersebut bakal difokuskan untuk membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.

Sementara itu, militer Amerika Serikat bakal memulai blokade lampau lintas maritim di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah perundingan tenteram Iran-AS nan digelar di Pakistan pada akhir pekan lampau kandas mencapai kesepakatan.

Menurut Komando Pusat AS, blokade bakal dimulai pada Senin (13/4) pukul 10.00 waktu setempat. Blokade bertindak secara imparsial terhadap kapal dari beragam negara nan bakal masuk alias keluar pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Kapal-kapal nan melintas di Selat Hormuz menuju alias dari pelabuhan non-Iran tidak bakal dihalangi.

Presiden Donald Trump mengatakan pasukan AS juga bakal mencegat setiap kapal di perairan internasional nan telah bayar bea masuk kepada Iran.

“Tidak seorang pun nan bayar bea masuk terlarangan bakal mempunyai jalur kondusif di laut lepas. Setiap penduduk Iran nan menembak kami, alias kapal-kapal damai, bakal dihancurkan!” kata Trump.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan